JP Radar Kediri - Nama Siti Efrida Fiqnasyani mulai dikenal publik Kediri Raya. Dia merupakan dokter spesialis kulit, kelamin, dan estetika. Dengan profesinya itu, dia memiliki tanggung jawab mengedukasi terkait kesehatan kulit. Uniknya, kebiasaan itu tidak hanya dilakukan saat praktik saja.
Perempuan yang akrab disapa Fiqna itu rutin menyuarakan kesehatan kulit lewat salah satu radio di Kota Kediri. Itu sudah dilakukannya sejak awal tahun ini. Dalam kesempatan itu, dia sering memberikan edukasi kesehatan kulit. Salah satunya, kulit wajah yang sering menjadi permasalahan para pasiennya.
“Saya biasanya mengambil tema sesuai apa yang saya temukan di pasien,” ujar perempuan 37 tahun tersebut.
Fiqna mengaku miris melihat pasien dengan keadaan kulit wajah yang sudah parah. Seperti merah dan bernanah. “Sehingga saya memberi edukasi pentingnya mengetahui kandungan dari produk sunscreen yang kita gunakan,” tuturnya.
Oleh karenanya, dia selalu antusias menyiapkan materi yang digunakan ketika siaran. Bahkan jauh sebelum materi itu disampaikan. “Saya harus merencanakan. Kalau yang mendadak itu tidak bisa,” aku wanita yang dari kecil sudah bercita-cita menjadi dokter ini.
Hebatnya, Fiqna masih bisa membagi waktu. Di tengah kesibukannya sebagai ibu dan dokter, dirinya selalu menyempatkan untuk berolahraga. Salah satunya dengan rutin melakukan lari pagi.
“Olahraga itu kayak jadi mood booster. Kalau paginya nggak dikasih endorfin itu rasanya ada yang kurang,” kata wanita yang akrab disapa Fiqna itu.
Oleh karenanya, olahraga sudah menjadi kebutuhan baginya. Dia mengaku badannya menjadi lebih sering lelah bila tidak berolahraga. Sehingga, dia pun berusaha untuk konsisten melakoni lari pagi ditengah aktivitasnya yang begitu padat.
“Tetap mengusahakan. Karena terkadang juga dinas di luar kota sampai beberapa hari,” ucapnya.
Menariknya, lari pagi ini menjadi olahraga baru yang digemarinya. Ketika dirinya mulai bertugas di Kediri. Tepatnya saat menjadi dokter di Rumah Sakit Umum Amelia dan Rumah Sakit Baptis. “Baru Januari pertengahan sebenarnya,” ungkap ibu dari dua anak ini.
Namun, jauh sebelumnya, Fiqna memang sudah menyukai olahraga sejak masih mahasiswa di Universitas Sebelas Maret Solo. Ketika itu, dirinya bergabung dengan klub sepeda. Yang mana, seringkali melakukan aktivitas bersepeda bersama. Mulai dari Solo–Jogja, Solo–Klaten, hingga Solo ke Cemoro Sewu.
Tak hanya itu, seringkali klub sepedanya juga melakukan kegiatan bersepeda malam. “Kalau di Kediri belum (bersepada jauh, red). Di sini baru lari,” katanya.
Baca Juga: Inilah Sosok Vinanda Prameswati, Perempuan Inspiratif Asal Kediri
Tentunya, kegemarannya dalam berolahraga tidak akan ditinggalkan apabila tak ada manfaatnya. Fiqna pun menjelaskan olahraga tak hanya bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Melainkan juga memiliki manfaat terhadap kecantikan. Menurutnya, olahraga lari dapat mengeluarkan hormon bahagia. Yakni hormon endorfin. Selain itu pembakaran lemaknya juga lebih unggul dari bersepeda. “Mungkin kalau secara timbangan tidak yang bergeser, tetapi ukuran lingkar-lingkar itu terasa,” paparnya.
Lebih lanjut, dia pun menjelaskan adanya penumpukan lemak berlebih tidak baik untuk kulit. Menyebabkan penuaan dini berjalan lebih cepat. Menjadikan orang terlihat lebih tua dari usia yang seharusnya.
Di samping itu, sebagai dokter, Fiqna juga harus menjaga penampilannya. Pasalnya, pasien secara tidak langsung akan melihat bagaimana penampilan sang dokter. Oleh karenanya, Fiqna berusa memberikan yang terbaik dengan memberikan contoh yang baik pula.
Sementara, dalam hal mengatur waktu, wanita ini mengaku tak kesulitas. Fiqna berusaha menyelesaikan urusannya sebagai ibu rumah tangga, serta waktu olahraganya sebelum pukul 08.00 WIB. Setelah itu, dia akan mempersiapkan diri untuk bertugas sebagai dokter di dua rumah sakit yang berbeda. Pagi di Kecamatan Pare dan Siang di Kecamatan Pesantren.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah