KEDIRI, JP Radar Kediri - Dari ruangan dalam rumah sederhana di Desa Jajar, Kecamatan Wates itu, bocah cilik bernama lengkap Alya Putri Farida itu keluar ke ruang tamu. Berjalan dipapah sang ibu, Patmirohmah. Sang ibu berjalan tepat di belakang sang anak. Memegang kedua lengan si buah hati.
Meskipun dipapah seperti itu, kaki sang bocah tetap saja tak kuat menyangga tubuh. Sulit melangkahkan kaki dan beberapa kali hampir terjatuh. Tapi, gadis cilik itu tak menyerah. Menunjukkan tekad yang kuat untuk tetap berjalan.
Demikian pula ketika diajak berbincang, Farida-demikian sapaan sang bocah-mencoba sekuat tenaga menjawab. Meskipun suara yang keluar nyaris tak terdengar.
“Ditanya itu lho, namanya siapa?” ucap Patmirohmah, mengulang pertanyaan Jawa Pos Radar Kediri.
“Fai...i....da, Fa....i...da..,” jawab sang anak dengan kalimat yang terputus-putus. Tak terdengar jelas bila tak didengar dengan seksama. Juga, harus diulang beberapa kali baru bisa dimengerti.
Yang memilukan, kondisi seperti itu tak diderita Farida sejak kecil. Lumpuh dan sulit bicara itu relatif baru dia derita. Sebelumnya, bocah enam tahun ini termasuk anak yang aktif. Seperti anak sebayanya, suka lari kesana kemari, bermain dengan sang ibunda. Maupun teman-teman di sekolah.
“Anaknya dulu ceriwis, aktif,” kenang Patmirohmah.
Wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu juga sering mengajak Farida bekerja. Saat di rumah sang majikan, Farida juga terlihat aktif.
Kelumpuhan gadis manis itu berawal Februari lalu. Ketika di berada di sekolahnya, di taman kanak-kanak. Ketika itu dia salat dhuha berjamaah dengan teman-temannya. Tiba-tiba saja keseimbangannya goyah. Lantas, seperti hendak terjengkang, terjatuh ke belakang. Beruntung sang ibu sedang menunggui. Sebelum Farida kecil terjatuh, Parmirohmah langusng menangkapnya dari belakang.
“Mau jatuh langsung saya tampani. Saat itu langsung saya ajak pulang,” akunya.
Awalnya dia mengira anaknya itu mengalami vertigo atau darah rendah. Bukan suatu penyakit yang keras. Tapi selang beberapa waktu, kondisi Farida semakin memburuk. Yang awalnya bisa berjalan tidak sempurna. Beberapa kali terjatuh saat berjalan.
Patmirohmah mengirah anaknya itu sawanen-sebutan bila terkena penyakit akibat hal-hal ghaib. Atau sedang diguna-guna, atau mengalami penyakit non-medis.
Lantas dia membawanya ke kiai. Di situ Farida dibacakan doa-doa.
“Sambat pusing didoakan kiai. Saya saat itu juga nangis. Farida bilang, gak usah nangis buk, Farida sudah Sembuh,” kenangnya sembari matanya berkaca-kaca.
Karena kondisinya tidak lekas sembuh Partmirohmah membawanya ke puskesmas. Namun ternyata puskesmas merujuknya ke Rumah Sakit Simpang Lima Gumul (RS SLG). Di situ Farida di-rontgen. Betapa kagetnya Patmirohmah, ternyata sang anak didiagnosis terkena tumor otak. Terdapat gumpalan di kepala Farida.
Dia pun dirujuk ke RS Umum Daerah Kabupaten Kediri (RSKK). Pada 15 Maret lalu, Farida kecil dioperasi. Sempat koma selama enam hari setelah operasi.
Ketika siuman, mulanya kondisi Farida buruk. Dia sama sekali tidak bisa berbicara. Mengeluarkan suara pun juga tidak mampu.
“Saat operasi kan digundul, sekarang jadi gundul. Kalau dulu rambutnya panjang,” kenang Patmirohmah menunjukkan foto lama Farida yang rambutnya masih panjang.
“Can-tik,” sebut Farida saat melihat fotonya sendiri., yang ada di HP jadul milik ibundanya itu.
Kini, kondisi Farida berangsur pulih. Dia sudah bisa mulai berbicara. Walau harus dengan mengeja satu per satu. Dia juga bisa bergerak ke sana kemari. Walau harus dengan mengelesot.
Walau demikian, kesehtatan Farida belum seratus persen. Dia harus melanjutkan operasi di RS Dr Soetomo Surabaya.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana beberapa waktu lalu juga sudah mendatangi kediaman Farida. Dia datang untuk memberikan bantuan. “Tolong dinsos nanti kerahkan tim untuk mendampingi orang tuanya. Antarkan sampai ke rumah sakit dan yang kedua kebutuhan hidup sambil menunggu anaknya selama di Surabaya,” terang laki-laki yang akrab disapa Dhito itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah