Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Sosok Sahir dan Remi, Dua Calon Jemaah Haji Tertua di Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 30 Mei 2024 | 17:29 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Sahir berjalan pelan di antara kerumunan yang memenuhi ruang Jayabaya, Balai Kota Kediri itu. Sesekali Puput Sukowidodo, putranya, menggandeng lengannya. Terutama ketika harus melewati kerumunan yang padat.

Pria asal Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota itu merupakan calon jemaah haji tertua dari Kota Kediri tahun ini. Usianya sudah 88 tahun, meskipun di data tertulis 85 tahun. Tapi, semangatnya tak kalah dibandingkan jemaah yang jauh lebih muda. 

“Sedasa (sepuluh, Red) tahun saya menunggu,” katanya, menyebut masa tunggu yang harus dia jalani. 

Penantian panjang itulah yang tak ingin dia sia-siakan. Meski berangkat seorang diri, bukan persoalan baginya. Kebetulan, dari sisi fisik, pria kelahiran Bojonegoro itu bugar bagi orang seusianya. Hanya pendengarannya yang sudah jauh menurun. 

“Kalau riwayat sakit alhamdulillah tidak ada. Kalau kesele (gampang lelah, Red) wajar. Wis tuwa (sudah tua, Red),” lanjutnya. 

Bugarnya fisik tak lepas dari latar belakangnya yang seorang prajurit TNI. Pria ini adalah veteran TNI Angkatan Darat (AD). Kemudian setiap hari juga rajin berlatih fisik.

“Olahraga itu memang penting. Sesuai kemampuannya. Tapi hobi kula niki berenang,” tandas bapak lima anak itu. 

Rutinitas berenang itu dia lakukan seminggu dua kali. Bersama dengan teman-temannya berbagai usia.

“Di pagora biasanya sama teman-teman banyak,” lanjut veteran yang terakhir aktif sebagai tentara pada 1987 ini.

Keputusan Sahir berhaji sendiri di usia senja didukung oleh keluarganya. Puput Sukowidodo, 41, anak bungsunya menceritakan, hampir setiap hari persiapan fisik dilakukan oleh bapaknya. Termasuk jalan-jalan mengelilingi lingkungan rumah. 

“Setiap hari jalan-jalan lewat gang. Karena kalau sama anak-anaknya tidak boleh lewat jalan raya. Bahaya,” sebutnya. 

Meski harus berangkat sendiri, namun keluarga tetap mengantisipasi. Salah satunya dengan mempersiapkan kursi roda untuk digunakan sewaktu-waktu Sahir membutuhkan. 

Baca Juga: Perkenalkan! Inilah Sosok Pramushinto, Seorang Dokter yang Menulis Buku 'Tahu Kediri'

“Rasa waswas pasti ada. Cuma sudah ikhlas. Namanya juga ibadah,” katanya. 

Sejatinya, Sahir berencana berangkat bersama anak bungsunya itu.  “Tapi saya yang belum siap,” pungkasnya. 

Beda lagi denga Remi, CJH tertua di Kabupaten Kediri. Usianya yang enam tahun lagi sudah satu abad membuatnya harus ditemani. Yang menjadi pendampingnya adalah Darminingsih, sang anak bungsu, yang saat itu juga menemani acara pelepasan di Convention Hall Simpang Lima Gumul (22/5).

Perempuan asal Dusun Klampisan, Desa Janti, Kecamatan Wates ini terlihat tertatih bila berjalan. Sangat perlahan, sering harus dibantu sang anak. Lebih-lebih bila menaiki tangga.

Hebatna, Remi datang ke lokasi dengan boncengan sepeda motor. Bersama anak perempuannya itu. Menunjukkan tekadnya yang kuat untuk memenuhi panggilan Allah. 

“Walau sudah tua, beliau masih bisa jalan, walau duyuk-duyuk (perlahan-lahan, Red),” terang Darminingsih.

Di umur setua itu, Remi masih sehat. Pendengaran dan penglihatannya masih bagus. Pun dengan ingatannya. Dia juga masih beraktivitas berjualan kelontong.

“Belum pikun gitu lho, alhamdulillah taksih (masih) sehat,” aku Darminingsih.

Remi sudah punya niatan daftar haji sejak lama, sejak 2013. Namun baru terealisasi pada 2017. Uangnya dari hasil sawahnya yang dikerjakan oleh anak-anaknya. Memang, sang anak memutuskan memberikan uang hasil pertanian untuk ibunya. Agar ditabung untuk mendaftar haji.

Akhirnya pada 2017 Remi baru bisa mendaftar. Uang hasil tabungan anak-anaknya itu bisa untuk membayar pendaftaran. Dan pada tahun ini, akhirnya Remi bisa berangkat. Dia tergolong sebagai jemaah lansia. Sehingga diutamakan untuk berangkat terlebih dahulu.

“Alhamdulillah nanti berangkat sama saya sebagai pendamping. Rencananya di sana nanti pakai kursi roda,” aku Darminingsih. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #veteran #jemaah haji #chj #Sosok #Tertua