Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sri Redjeki dan Upayanya Mengangkat SMPN 6 Kota Kediri agar Lebih Dikenal Melalui Medsos

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 28 Mei 2024 | 17:56 WIB
TAPING: Siswa SMPN 6 Kediri Kota Kediri melakukan proses rekaman salah satu episode podcast mereka.
TAPING: Siswa SMPN 6 Kediri Kota Kediri melakukan proses rekaman salah satu episode podcast mereka.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Jarum jam menunjuk pukul 08.30. Di sekolah yang berada di Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto ini, suasananya sangat hening. Para siswa yang berada di kelas hampir tak menimbulkan suara. Mereka berkonsentrasi pada soal-soal penilaian semester yang ada di depannya.

Hal yang nyaris serupa juga terlihat di ruang kepala sekolah. Seorang wanita juga fokus pada tugasnya. Menyelesaikan beberapa berkas.

“Saya baru 2022 memegang SMPN 6 Kota Kediri. Sebelumnya jadi kepala SMP PGRI2, sejak 2020,” ucapnya memecah keheningan.

Ya, wanita itu adalah Sri Redjeki. Kepala SMPN 6 Kota Kediri itu memang belum lama bertugas di sekolah ini. Namun, sudah banyak capaian yang diperoleh.

Wanita asal Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto ini langsung melakukan beberapa pembenahan. Terutama terkait keaktifan sekolah dalam bersosial media (sosmed).

Sebenarnyam, sebelumnya, SMPN 6 Kota Kediri sudah memiliki sosmed seperti YouTube. Namun lama tidak aktif, karena tidak ada yang fokus mengelola. Karena itulah tebersit di benaknya kembali menghidupkan sosmed sekolah. Dia berpikir, sosmed penting  untuk publisitas sekolah. Apalagi SMPN 6 Kota Kediri sebenarnya memiliki banyak prestasi. Yang akan menjadi kerugian bila tak banyak yang mengetahui.

“Saya itu tidak ingin SMPN 6 Kota Kediri tidak dikenal karena publikasinya kurang. Karena itu bisa jadi penyebab masyarakat jadi tidak ingin mendaftar di sekolah ini, padahal kan prestasinya banyak,” dalihnya.

Dia pun berupaya membangun studio podcast. Tapi, kendala langsung menghadang. Tidak ada  dana yang bisa dialokasikan untuk membangun studio. Karena itu dia mengambil inisiatif, meminjamkan uang pribadinya. 

Kenapa Sri mau meminjamkan uang pribadinya? “Karena saya senang IT. Medsos saya, yang di luar sekolah ya, itu aktif semua. Jadi menurut saya tidak masalah untuk memberikan uang itu,” akunya.

Bagi Sri, tujuan utama adalah  mengembangkan sekolah. Khususnya yang terkait dengan media sosial. Karena itu, dia menyulap ruang berukuran 3x6 meter yang selama ini berfungsi sebagai gudang olahraga menjadi studio rekaman.

“Saya kumpulkan anak muda (guru dan staf yang muda, Red). Saya minta men-setting biar bisa jadi studio podcast,” terang Sri.

Uang pinjamannya kemudian digunakan untuk pengadaan barang. Mulai dari kamera, seperangkat microphon, stabilizer, tripot, dan barang-barang lainnya yang dibutuhkan untuk ngonten.

Menurutnya, tidak hanya berbuah baik bagi sekolahan, namun juga bagi wali murid. Yang sebelumnya banyak wali murid yang khawatir dengan anaknya yang disekolahkan di situ, jadi lebih lega karena tahu program-program yang dibagikan dalam sosmed sekolah.

Yang berkecimpung di studio itu tidak hanya guru-guru, para siswa juga turut andil. Bahkan, dari situ juga membawa banyak perestasi bagi murid-murid.

“Contohnya seperti juara 1 IG reels dan Tiktok  pada Kediri Night Carnival 2023, juara 2 lomba video kreatif di RSUD Kilisuci Kota Kediri, dan lain-lainnya lagi,” sebutnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Kreatifitas #sosok inspiratif #prestasi #medsos #smpn 6 #kepala #kota kediri