KEDIRI, JP Radar Kediri-Namanya Sisca Cernovita. Usianya 27 tahun. Sudah mengenal batik sejak duduk di bangku SMAN 2 Pare. Saat dia mengikuti ekstra-kurikuler membatik. Beberapa kali mewakili sekolahnya dalam lomba membuat motif batik. Khususnya yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kediri.
“Saat itu membuat batik di kain kecil dengan motif yang menggambarkan tentang Kabupaten Kediri,” kenang Sisca.
Yang dibuat untuk melambangkan Kabupaten Kediri, Sisca menggambar kuda lumping. Karena merupakan kesenian asli dari daerah ini. Sayang, di perlombaan pertamanya itu dia tidak mendapatkan juara.
Meski tidak mendapatkan juara, gadis ini tak patah semangat. Bahkan, sempat membuatnya ingin melanjutkan kuliah di Institus Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta. Sayang, keinginannya itu tak kesampaian.
“Orang tua tidak membolehkan. Akhirnya kuliah masuk kebidanan,” imbuhnya.
Baca Juga: Menilik Sepak Terjang dr Anre Hernadia di Bidang Aesthetic
Toh, hal itu tak menyurutkan kecintaannya pada dunia batik. Meskipun selama kuliah dia harus vakum. Namun, setelah lulus, pada 2020, dia balik lagi menekuni dunia batik. Khususnya batik tulis. Karena saat itu masih jarang yang menekuni batik jenis ini. Kebanyakan masih memproduksi batik printing.
“Saat itu langsung mengikuti perlombaan lagi yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri. Tema motifnya menggambarkan tentang Kabupaten Kediri,” kenang perempuan kelahiran 1997 tersebut.
Lagi-lagi, dewi fortuna belum menghampirinya. Juga tak membuat putri pasangan Mochmmad Toha dan Endah ini berkecil hati. Sebaliknya, ia semakin mengembangkan motif.
“Fokusnya adalah motif asli Kabupaten Kediri. Namun terkadang saya masukan cerita Panji, Galuh Candra Kirana, Ande-Ande Lumut dan sejarah Kabupaten Kediri,” ungkap anak pertama dari tiga bersaudara tersebut.
Baca Juga: Inilah Elok, Atlet Angkat Berat Wanita Kota Kediri yang Akan Berlaga di di PON XXI
Baginya, kisah-kisah itu sangat dikenal. Sehingga lebih mudah dipahami masyarakat. Karena itulah, sejak 2021 motif Panji telah dia buat sebanyak 13 lembar. Setiap lembar kain batik yang dibuatnya menceritakan per adegan dari cerita Panji. Misal, pada 2021 tentang kisah sedih Panji karena berpisah dengan Galuh. Kemudian di tahun selanjutnya giliran masa senang. Itu yang membuat alur cerita menjadi tema di setiap kain yang berbeda.
“Dalam satu tahun hanya membuat satu atau dua kain. Karena batik ini saya buat ekslusif,” aku perempuan kelahiran Mei 1997.
Pengakuan pada karya wanita ini terjadi pada 2022 lalu. Salah satu karyanya digunakan wakil Kabupaten Kediri dalam acara pemilihan Raka Raki Jatim. Dan terpilih jadi best costume.
Selain itu, batik karyanya sering dibeli para pejabat hingga istri bupati Kediri. Beberapa kali Wabup Mariya Ulfa membeli batik karyanya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah