JP RADAR KEDIRI-Kuncinya, harus pintar-pintar membagi waktu.Menilik Sepak Terjang dr Anre Hernadia Inas di Bidang Aesthetic dari Beauty Pageant lalu Geluti Dunia Kecantikan.
Kini, Ines banyak dikenal di dunia aesthetic. Namun, jauh sebelum itu dia memang sudah akrab di dunia kecantikan. Perempuan kelahiran Surabaya ini merupakan jebolan beauty pageant.
“Dulu saya kuliah kedokteran di Universitas Jember. Lulus pada tahun 2014,” cerita Ines.
Usai lulus, dia lebih memilih praktik di klinik aesthetic dibanding bekerja di rumah sakit. Dia tercatat pernah bekerja di klinik yang ada di Surabaya dan Jember.
Baca Juga: Inilah Elok, Atlet Angkat Berat Wanita Kota Kediri yang Akan Berlaga di di PON XXI
Bukan tanpa alasan kenapa Ines lebih memilih sektor estetik. Itu karena kesukaannya dengan dunia kecantikan. Termasuk merawat diri dan orang lain agar bisa menjadi cantik.
Untuk mempelajari dunia estetik, Ines mengikuti banyak sekali pelatihan. Mulai dari advance botulinum toxsin course @miracle academy, glowtox and toxin in course by skyus, hands on advance filler by idfresh, threadlift training by aptos, hingga advance threadlift training by doublefix.
“Karena setiap tahun dunia estetik ini berkembang, jadi harus terus mengikuti,” kata Ines.
Setelah menikah dan memiliki anak, istri dr Putu Andika Rama Wismawan harus pindah ke Kota Kediri. Itu karena sang suami pindah tugas. Perempuan 32 tahun itupun pindah ke Kota Tahu. Kebetulan Loris Beauty Clinic sedang membuka lowongan.
Ines merasa iba dengan banyaknya masyarakat yang masih melakukan perawatan kulit di klinik yang tidak bersertifikat. Bahkan, kebanyakan orang menganggap perawatan di klinik estetik mahal. Padahal hal itu tidak sepenuhnya benar.
Baca Juga: Tak Mau Pasien Trauma, Inilah Sosok Sela Yuni Putriana, Dokter Gigi di RSUD Gambiran
“Padahal menyembuhkan ini lebih susah dibanding jika sudah melakukan perawatan di klinik,” tutur perempuan kelahiran 1991 tersebut.
Alhasil, Ines sering melakukan sosialisasi saat menjadi pengisi talk show. Sosialisasi ini merupakan sebuah pencegahan. Daripada nantinya pengobatan yang biayanya jauh lebih mahal.
Kecintaannya dengan dunia kecantikan sudah dimulai sejak lama. Pada 2014 silam dia pernah mengikuti ajang Cak & Ning Surabaya. Bahkan, dia menjadi juara. Alhasil, dua tahun kemudian Ines dipercaya mengikuti ajang Raka Raki Jawa Timur. Bukan tanpa prestasi. Dalam ajang ini, Ines mendapatkan juara dua.
Jauh sebelum itu, Ines pernah mencoba masuk dunia entertainment dengan mengikuti audisi yang diselenggarakan MD Entertaiment. “Dulu setelah cak ning, dan kemudian dipilih ikut Raka Raki Jawa timur,” kenang Ines.
Kala mengikuti ajang Raka Raki rupanya pada saat itu Ines posisinya sudah melakukan internship. Sehingga pada saat itu dia harus pulang pergi dari Pasuruan ke Surabaya. Beruntung, teman-temannya sangat mendukung.
“Habis itu sempat diminta ikut Duta Wisata Indonesia. Namun karena harus training di Jakarta jadi takut tidak bisa fokus,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah