Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Sosok Siti Yulaikah, Atlet Wushu yang Akan Berlaga di PON XXI Aceh

Emilia Susanti • Senin, 13 Mei 2024 | 16:56 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Siti Yulaikah fokus berlatih di aula SMAN 5 Taruna Brawijaya Kota Kediri. Bersama rekan-rekannya, dia berlatih keras. Sudah tak terhitung berapa banyak pukulan dilayangkan. Gadis yang akrab disapa Ika ini nampak lincah di depan samsak.

Gerakannya sangat mantap dan bertenaga. Tak ada energi yang terbuang sia-sia. Pukulannya efektif. Tak ayal, keringat deras mengucur di badannya. Mukanya penuh dengan peluh. Sesekali dia mengelapnya. Lalu, kembali memukuli samsak kembali.

Bagi gadis 19 tahun ini, berlatih keras sudah menjadi keharusan. Tidak ada namanya setengah-setengah. Semua harus maksimal. Mandi keringat bukan menjadi soal. Justru itu semua menjadi hal yang bagus. Menandakan dia serius berlatih.

“Saya bisa sampai terengah-engah. Menurut saya, itu baru namanya olahraga,” ujar Ika.

Kecintaannya pada olahraga tumbuh sedari kecil. Terlebih, sang ibu juga memiliki ketertarikan dalam bidang olahraga. Meskipun tidak menjadi atlet. “Ibu pernah bilang kalau dulu ada wadahnya, mungkin ibu saya juga bisa kayak saya,” ceritanya.

Tak hanya itu, Ika juga mendapat pesan mendalam dari sang kakak. Dia diberi wejangan untuk terus berjuang. Salah satunya demi membuat orang tua bangga. Hal itu yang memotivasinya untuk terus menekuni Wushu. “Teman saya belajar Wushu lebih dulu, saya nyoba kok suka,” akunya.

Saat itu, dia masih duduk di kelas IX SMP. Karena merasa cocok, dia makin rajin mempelajari Wushu. Bisa dibilang, Ika tidak terlalu kesulitan untuk mendalami Wushu. Pasalnya, dia sudah mempunyai latar belakang ilmu bela diri. “Saya kelas 4 SD dulu pernah ikut Tapak Suci,” kenang anak kedua dari dua bersaudara itu.

Dari bela diri itu, Ika sudah sering mengikuti beberapa kompetisi. Tak jarang dia menjadi juara. Ternyata, kemampuannya tak bisa disepelekan. Usai berlatih keras selama satu tahun, dia berhasil menyabet juara 3 dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Jakarta. Lalu, meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022.

Prestasinya pun masih berlanjut. Pada Kejurnas di Surabaya, Ika berhasil membawa pulang medali emas. Juga pada Porprov 2023. Tak ingin berhenti, Ika pun mengikuti Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON). Meskipun mendapat medali perak, dia berhasil berangkat mewakili Jawa Timur di ajang PON XXI Aceh-Sumut.

“Saya ikut dalam kelas 60 kilogram,” tandas gadis yang tinggal di Kelurahan Campurejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri ini.

Saat ini, tak ada niatan baginya untuk berhenti berlatih. Bahkan, dia mengambil kuliah jurusan olahraga. Dia berniat untuk menjadi guru olahraga suatu saat nanti. Tetapi selain itu dia juga memiliki cita-cita untuk menjadi polisi atau tentara.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #atlet wushu #SMA Taruna Brawijaya #Sosok #PON XXI 2024 Aceh