KEDIRI, JP Radar Kediri - Jadwal padaat sudah menjadi makanan sehari-hari seorang Adi Prayitno. Seperti hari itu (3/5), pria yang merupakan kepala cabang dinas pendidikan (kacabdindik) Jatim wilayah Kediri itu harus menghadiri beberapa acara. Yang lokasinya berbeda kota. Pagi dia harus ke Madiun. Menghadiri acara hala bi halal bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan Jatim serta Khofifah Indar Parawansa. Sedangkan siangnya, harus mengikuti penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Gedung Serba Guna SMAN 1 Kota Kediri.
Wajar bila dia terlihat terengah-engah. Hanya beberapa menit datang, dia langsung menyerahkan SK secara simbolik. Kepada empat perwakilan guru yang baru diangkat menjadi PPPK. Meskipun demikian, dia tetap enjoy menjalani padatnya aktivitas. Termasuk mengajak ngobrol santai para guru.
“Ngajar dimana? Kinerjanya harus lebih baik lagi pokoknya,” ucapnya sembari memberikan map berisikan SK.
Keakraban dan keramahan memang menjadi ciri dari Adi. Saat memberikan sambutan, dia juga menyelipi dengan candaan. Yang membuat hadirin tergelak tertawa. Menjadikan suasana menjadi santai dan cair.
Demikian pula ketika memberi nasihat. Adi membungkusnya dengan keakraban yang tidak menggurui. Seperti yang dia sampaikan kepada penerima SK.
Bagi Adi, pendidikan di Kediri hampir sama dengan pendidikan di kota-kota lain. Meskipun banyak pondok pesantren, namun kualitas pendidikannya juga tinggi. Kemampuan guru serta muridnya tergolong unggul.
“Sudah kualitas unggul semua di sini,” pujinya.
Pria asal Nganjuk itu tampak senang selama bertugas di Kediri. Sebab di sini ia lebih dekat dengan rumah. Selain itu Kediri termasuk wilayah kota dengan makanan yang enak-enak. Apalagi disekitar kantornya, di jalan Jaksa Agung Suprapto terdapat beberapa aneka jajan.
Di tempat yang baru ini Adi banyak mendengarkan saran dan masukkan. Khususnya di bidang pendidikan, agar tidak salah sasaran dalam mengambil kebijakan. Menurutnya masih banyak PR yang harus segera terselesaikan. Hal tersebut terbukti, pada saat setelah dilantik ia mendapat banyak surat pengaduan dari masyarakat terkait dengan layanan dan pembiayaan pendidikan.
“Mau tidak mau saya harus memfasilitasi permasalahan pendidikan mereka-mereka, jadi satu per satu diselesaikan,” jelasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah