KEDIRI, JP Radar Kediri - Firsty, begitu dia akrab disapa. Namanya makin dikenal usai event Kartini’s Day, Ride of Pride. Bukan hanya karena sosoknya sebagai perempuan tangguh. Dalam acara itu, dia juga berkesempatan membonceng Pj Wali Kota Kediri Zanariah.
Anak perempuan biasanya lebih dekat dengan ayahnya. Begitu pula Firstyarani Mutya Sari. Kecintaannya berawal karena sering dibonceng ayah naik Vespa saat kecil. Akhirnya, kebiasaan itu mengubahnya jadi Ladies Scoot.
Firsty punya segudang cerita unik dengan Vespa klasik. Sang Ayah yang mengenalkannya dengan skuter lansiran Italia itu. Tak butuh waktu lama untuknya jatuh cinta dengan Vespa.
“Jaman SD dulu sering diantar dan dijemput Bapak pakai Vespa. Baru pas aku SMP diajari pakai Vespa,” jelasnya.
Sejak saat itulah dia suka sekali dengan Vespa. Petualangannya dengan Vespa pun langsung dimulai. “SMA aku naik Vespa sendiri ke sekolah. Soalnya dibolehin sama Bapak,” aku Firsty.
Kisah percintaannya pun tak kalah unik. Dia bertemu dengan sang suami pada saat event Vespa. Dimulai pada saat ia mengikuti (KSF) Kediri Scooter Festival, mereka berkenalan. Dari yang awalnya kumpul pada saat event sekarang malah jadi tambatan hati.
“Awalnya dikenalin sama temen-temen. Terus kok lama-lama makin nyambung satu hobi pula,” ucapnya.
Perempuan asal Kediri ini mempunyai tiga unit Vespa dirumahnya. Vespa yang paling legendaris menurutnya yakni Vespa Sprint 77. Sebab Vespa itu memiliki banyak kenangan dengan mendiang ayahnya.
“Sekarang kalo lagi capek sama pekerjaan pengen refresh ya naik Vespa keliling kota sambil mengenang kenangan sama Bapak dulu,” kenangnya.
Selain berkeliling kota, Firsty juga sering meluangkan waktu untuk touring dengan teman sesama pecinta Vespa. Rute terjauh baginya adalah Wonosobo. Pada saat itu dia mengikuti event Vespa pertengahan tahun lalu. Bahkan dia rela tidur di SPBU saat perjalanan ke Wonosobo.
Saat itu Firsty berangkat bersama suami dan kedua temannya. Dengan jarak tempuh kurang lebih 335 kilometer (km), dia touring seharian. Dia lebih suka naik Vespa sendiri dibanding boncengan. Sebab menurutnya naik Vespa sendiri bisa lebih menikmati perjalanannya dan tidak mengantuk.
“Pas di Wonosobo aku terlalu malam datangnya. Jadi yaudah nyusul ke acara cuman sebentar terus main sekalian ke Dieng,” jelas Firsty.
Di Kediri, Firsty mempunya komunitas perempuan pecinta Vespa. Femminile namanya. Nama ini diambil dari bahasa Italia yang berarti Kumpulan Perempuan. Awal terbentuknya komunitas ini karena dulu perempuan penyuka Vespa belum ada wadah. Hingga akhirnya Firsty bertemu teman sejawat di acara KSF.
Nama Femminile semakin dikenal setelah membuat acara bertajuk Kartini’s Day, Ride of Pride pada 21 April lalu. Firsty yang saat itu menjadi ketua pelaksana tidak menyangka mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kediri. Bahkan, dalam acara ini Firsty dipercaya membonceng Pj Wali Kota Kediri Zanariah. Acara dihadiri lebih dari seratus perempuan dan laki-laki pengendara Vespa.
“Kemarin ibu-ibu yang baru ikutan acara Kartini langsung mau ikut gabung ke Femminile. Sampai sekarang anggota Femminile ada 23 orang,” tuturnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah