Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Pengalaman Kasatsamapta Polres Kediri AKP Agus Sudarjanto Berenang Menyeberangi Selat Madura

Redaksi Radar Kediri • Senin, 22 April 2024 | 19:45 WIB
BANGGA: AKP Agus  Sudarjanto menunjukkan piagam yang diraih di ajang fin swimming usai menyeberangi  Selat Madura  25 Februari lalu.
BANGGA: AKP Agus Sudarjanto menunjukkan piagam yang diraih di ajang fin swimming usai menyeberangi Selat Madura 25 Februari lalu.

KEDIRI, JP Radar KediriFin Swimming Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Cup 2024 yang digelar dalam peringatan HUT ke-62 Kopaska itu berlangsung pada 25 Februari lalu. Namun, hingga April ini event yang diikuti oleh para perenang hebat itu belum hilang dari benak AKP Agus Sudarjanto.

Ya, bukan sekadar menonton, Agus memang jadi salah satu peserta lomba. Bersama total 935 peserta, Agus harus menaklukkan selat Madura untuk merebut gelar juara. “Yang sulit itu bukan menaklukkan peserta lain tapi tantangan di selat Madura itu jauh lebih berat,” kenang Agus.

Bukan hanya harus mengarungi lautan sepanjang 4,6 kilometer, Agus harus menghadapi tantangan ombak yang besar. Selain itu, ada juga ratusan ubur-ubur yang menantinya. Hewan-hewan itu bisa saja menyengat Agus dan meninggalkan racun di tubuhnya.

Jika tidak memiliki pengalaman panjang dalam berenang, pria berusia 53 tahun itu pasti tidak punya keberanian untuk mengikuti ajang yang menantang itu. Namun, sejak masih menyandang status bintara, rupanya Agus sudah akrab dengan dunia air. “Nggak ada kata menyerah. Seperti motto Brimob. Tugas Tuntas, Harus Berhasil,” lanjutnya.

Berenang dan menyelam memang sudah menjadi hobi Agus sejak muda. Tepatnya saat dia bergabung dengan korps Brigade Mobil (Brimob) puluhan tahun silam. Di satuan Brimob, kemampuan menyelam dan berenangnya diasah dengan baik. Bekal itu pula yang membuatnya nekat mengikuti renang sirip Fin Swimming KSAL Cup 2024.

Ajang yang seharusnya tidak lagi diperuntukkan bagi pria berusia di atas 50 tahun itu seolah jadi uji nyali untuk Agus. Sekalligus untuk mengasah kemampuannya. Meski tak lagi muda, dia tetap ingin mengeksplorasi kemampuannya. Bahkan, jika memungkinkan dia masih ingin terus menabung pengetahuan-pengetahuan baru di bidang renang.

Untuk bisa menyelesaikan misi menyeberangi Selat Madura, tentu saja Agus tidak hanya modal nekat. Sebelum lomba, dia sudah melakukan serangkaian persiapan Termasuk mengasah kembali mempuannya mengenal atau membaca arus. Sebab, dia harus mengarungi laut lepas. Sehingga, ombaknya cenderung tinggi. “Jika tidak pandai membaca medan, perenang tidak akan sampai di garis finish,” tuturnya.

Karena itu pula, saat Agus naik perahu pemberangkatan menuju garis start, dia langsung mempelajari arus. Setelah terjun ke air, dia bisa langsung menyesuaikan diri. Selebihnya, bukan berarti tantangan makin mudah. Melainkan, dia harus bisa “bersahabat” dengan ubur-ubur dan ikan beracun yang ada di laut.

Agus harus sangat piawai agar saat berenang tidak sampai mengenai rambut atau bulu ubur-ubur. “Kalau sampai menyentuh ubur-ubur akan terasa terasa panas dan gatal-gatal. Jika daya tahannya lemah, bisa jadi memiliki dampak yang lebih dari itu,” paparnya.

Ratusan peserta lain menyiasati ancaman sengatan ubur-ubur ini dengan cara yang beragam. Tidak sedikit yang melumuri tubuhnya dengan minyak tawon atau oli agar tidak disengat ubur-ubur. “Tetapi saya tidak pakai itu karena sudah tahu dan belajar dari pengalaman sebelumnya," kenang bapak tiga anak ini sambil tersenyum.

Ditambah dengan kondisi laut yang gelap dan kotor, Agus memang harus benar-benar pandai berhitung untuk menghindari ubur-ubur. Meski sudah berusaha untuk berhati-hati, tak ayal dia tetap saja terkena sengatan ubur-ubur. Namun, baginya rasa sengatan ubur-ubur bukan lagi panas atau gatal. “Hanya seperti digigit semut,” katanya menganggap enteng. Hal tersebut menandakan jika daya tahan tubuhnya kuat.

Berhasil menaklukkan berbagai tantangan di lomba Fin Swimming, Agus berhasil menjadi salah satu perenang tercepat. Dia menjadi perenang tercepat di urutan ke 23 dari total 25 perenang tercepat. Capaian waktunya mengarungi Selat Madura selama 44 menit, 51 detik.

"Di Polres Kediri yang ikut lomba renang kemarin hanya saya saja. Ini suatu kebanggaan untuk Polri sekaligus keluarga saya," tandasnya sembari menyebut hasil lomba itu semakin membuatnya mencintai dunia renang sekaligus akan lebih giat lagi berlatih.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berenang #angkatan laut #selat madura