Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Sosok Briptu Yolla Vidiana Sesaria, Polwan yang Kantongi Sertifikasi Selam

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 18 Februari 2024 | 15:29 WIB
ANDAL: Briptu Yolla Vidiana yang punya sertifikat penyelam. (Foto: Asad MS/JPRK)
ANDAL: Briptu Yolla Vidiana yang punya sertifikat penyelam. (Foto: Asad MS/JPRK)

JP Radar Kediri - Dara asal Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota ini mulanya tidak berniat untuk menjadi seorang polisi. Impian menjadi abdi negara sejatinya jauh dari bayangannya. Di kepalanya, Yolla hanya ingin berbakti kepada kedua orang tuanya.

Sejak kecil, dara 27 tahun ini selalu berusaha tidak merepotkan ayah dan ibunya. Terlebih, dia bukan berasal dari keluarga kaya raya. Ayahnya seorang satpam. Sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga.

“Jadi hidup hanya berkecukupan saja. Karena memang bukan anak orang kaya,” aku anak dari pasangan Arif Dwi Susanto dan Kuswanti tersebut.

Yolla tidak punya cita-cita khusus. Hanya ingin segera bekerja dan bisa membantu kedua orang tuanya. Usai lulus dari SMAN 4 Kediri, dia sempat bimbang. Akan kuliah terlebih dahulu apa langsung bekerja.

Ada keinginan di benaknya untuk melanjutkan kuliah. Namun, Yolla kepikiran dengan biayanya. “Nanti bayar kuliahnya gimana, orang tua kan juga pas-pasan gajinya,” aku gadis kelahiran 1997 itu.

Akhirnya Yolla memutuskan untuk tidak berkuliah. Dia sempat berusaha mencari-cari pekerjaan. Hingga akhirnya ada temannya yang hendak daftar polisi. Yolla pun coba mengikutinya.

Saat ikut tes kepolisian, Yolla sempat ragu. Sehingga tidak ada persiapan sejak awal. Bisa dibilang persiapannya hanya sebentar.

“Hitungannya nggak ada persiapan sama sekali malahan,” aku anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Namun, kekhawatirannya ternyata salah. Karena memang Yolla merupakan anak yang cukup cerdas saat sekolah. Selain itu, dia juga rajin berolahraga. Sehingga semua tes yang diikutinya berhasil dilalui. Bahkan dari teman-teman sekolahnya yang mendaftar, hanya dia yang lolos.

“Memang sejak kecil suka semua olahraga. Beberapa kali ikut lomba juga,” akunya.
Di kepolisian, Yolla sudah kenyang akan pengalaman. Awal karir, Yolla ditugaskan di Unit PPA Satreskrim Polres Kediri selama tujuh bulan. Dia juga pernah ditugaskan di Satuan Samapta, Satlantas, dan Propam.
Ketika awal di Satuan Samapta, Yolla mulai belajar di bidang selam. “Saat itu pak Agus Sudarjanto (Kasat Samapta sekarang, red) masih jadi KBO, beliau yang mengajari,” akunya.

Karena ketekunannya, Yolla berhasil mendapatkan berbagai prestasi selam. Seperti rekor MURI penyelaman bendera terpanjang di Manado pada 2018. Berikutnya pada 2019, dia kembali memperoleh prestasi selam. Pada Guinness World Record penyelaman bendera terpanjang.

Tidak hanya itu, karena ketekunan dan kemahirannya itu, Yolla memperoleh sertifikasi selam dari Scuba School International (SSI) pada 2017.

“Di Kediri penyelam polwan yang bersertifikasi hanya ada dua. Saya dan teman saya,” akunya dengan bangga.

Yolla juga menjadi bagian dari tim penyelam Polda Jatim. Jika ada event tentang selam, Yolla pasti akan diikutkan. Pun ketika ada peristiwa yang membutuhkan seorang penyelam, dia nantinya juga akan dipanggil.
“Jangan takut untuk mencoba. Kalau sudah jadi rezeki pasti akan didapat. Yakin saja. Apapun latar belakang keluargamu, kamu harus yakin dan percaya,” pesannya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#polwan #Sosok #inspiratif