KEDIRI, JP Radar Kediri - Kalau dia menyebut namanya sebagai Amir Gunawan, dijamin tak banyak orang yang mengenalnya. Hanya segelintir saja yang tahu. Itupun, kebanyakan adalah keluarga, kerabat, atau teman dekat.
Tapi, bila terucap nama Wawan Saktiawan, sudah banyak yang tahu. Setidaknya sang pemilik nama beken itu beberapa kali tampil di layar kaca. Mengikuti kontes stand up comedy. Karena dua nama itu sejatinya satu orang.
“Kalau orang kenal saya dengan nama Wawan Saktiawan berarti orang itu korban personal branding saya,” tawa sang komika.
Nama Wawan muncul secara spontanitas. Tak ada makna khusus. Dia pertama kali menggunakan untuk manggung mengikuti kompetisi stand up comedy di Universitas Brawijaya.
Berselancar ke media sosialnya, Wawan banyak berbagi konten komedi dengan mengangkat isu-isu terkini. Misalnya konten bertema politik, mengingat saat ini akan ada kegiatan pemilihan umum (pemilu).
Menariknya, dari setiap kontennya dia sering kali menyelipkan kata “peh” dan “Biyuh”. Deretan kata yang identik dengan orang Kediri dan sekitarnya. Ternyata, ada maksud tersendiri yang ingin disampaikannya melalui kata-kata itu.
“Saya pengen anak dari plat AG (Kediri dan sekitarnya, Red) jangan malu memakai bahasa Jawa,” ungkap pria yang mendapat gelar sarjananya di Universitas Brawijaya.
Lalu, Wawan bercerita bahwa semua kontennya itu berawal dari keresahan yang dia rasakan selama ini. Yang disebabkan banyak mahasiswa asal Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek sudah tidak bangga lagi dengan bahasa ibu. Mereka banyak yang tidak lagi menggunakan bahasa Jawa untuk berkomunikasi sehari-hari. Dari apa yang dialaminya, mereka kebanyakan memilih berbahasa Indonesia.
“Pakai bahasa Indonesia ga masalah. Tapi kalau sama-sama ketemu plat AG ya ngomong ae bahasa Jawa nggak papa. Sama-sama makan sambel tumpang, pecel, tapi ngomongnya loe gue,” keluhnya.
Dari keresahan itulah dia ingin memotivasi orang plat AG untuk mau berbahasa Jawa. Semua itu diekspresikan melalui konten yang dibuatnya. Tak ingin hanya sekedar konten Peh dan Biyuh, Wawan juga memikirkan isu yang tengah hangat dibicarakan masyarakat.
“Jadi buat konten yang relate dengan plat AG, tetapi ada konteks yang dibahas, misalnya kemarin angkat tentang KPPS,” ujarnya memberikan contoh.
Baca Juga: Inilah Sosok Jerry Liman, Branch Manager SHARP Cabang Kota Kediri
Di balik viralnya konten yang dibuat Wawan, ternyata ada cerita lucu. Kata Wawan, para ibu-ibu-lah yang membuat kontennya menjadi ramai. Ditambah lagi, kontennya juga diunggah oleh akun dagelan.
“Awalnya dari TikTok, di sana kan videonya bisa di-save. Terus dari situ di-share sama ibu-ibu yang di Kediri. Kakak saya sampai dapat pesan whatsApp, sampai bosan,” ujar anak bungsu dari lima bersaudara ini.
Kini, Wawan terus berkarya melalui konten komedinya. Juga masih sering melakukan stand up comedy. Selain itu, dia pun juga sering diundang sebagai motivator.
Tak berhenti di situ, Wawan kini juga memiliki production house (PH) sendiri. Yang dia beri nama iDOZAD. “Sekarang ada 12 orang yang bekerja di PH termasuk saya,” katanya sembari menyebut orang-orang di dalamnya juga beberapa dari plat AG.
Editor : Anwar Bahar Basalamah