Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hebat! Inilah Para Pegiat Lingkungan yang Getol Hijaukan Bumi di Wilayah Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 26 Januari 2024 | 19:46 WIB
TOTALITAS: Relawan Hijau Daun dan Rante Rau antusias ikut melakukan penanaman pohon di lereng gunung Klotok.
TOTALITAS: Relawan Hijau Daun dan Rante Rau antusias ikut melakukan penanaman pohon di lereng gunung Klotok.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Zainal Arifin berjalan cepat meski medannya sulit. Jalanannya terjal dan menanjak. Tapi itu tak mengurangi laju langkah kakinya. Di tangannya terpegang bibit-bibit pohon. Melintas di sela-sela rimbunan perdu yang tumbuh di lereng Gunung Klotok itu.

Di tempat ini, tepatnya di sekitar Sumber Panguripan,  dia menanam ratusan bibit pohon. Bersama dengan relawan pegiat lingkungan lainnya. Suatu hal yang sudah seperti rutinitasnya sendiri di antara kesibukannya sebagai seorang perangkat desa.

“Setiap bulan kami pasti ada kegiatan. Entah itu dua minggu sekali atau satu minggu sekali,” ceritanya, soal rutinitasnya dengan Rante Rau, komunitas peduli lingkungan yang dia ikuti.

Berawal dari gerakan bersih-bersih aliran sungai, kegiatan mereka pun mulai merambah penghijauan. Tak hanya di Kediri Raya saja, tapi juga sampai ke luar kota. Di manapun lokasinya, tujuan mereka sama. Menghijaukan lahan yang masih minim vegetasi.

Sebagai kumpulan relawan, tak mudah bagi mereka menyisihkan waktu untuk berorganisasi. Di luar itu, semua anggotanya punya latar belakang dan kesibukan masing-masing. Kesadaran masing-masing akan pentingnya menjaga kelestarian bumi menjadi motor penggerak upaya mereka sebagai seorang pemerhati lingkungan.

“Yang penting kami nggak ada pemaksaan. Kalau bisa ikut, silakan. Kalau tidak bisa ikut hari ini, masih ada kegiatan berikutnya,” tandas pria asal Kecamatan Pagu itu.

Jika Zainal punya anggota dengan kesibukan pekerjaan yang beragam, lain halnya dengan Endang Pertiwi. Perempuan asal Kelurahan/Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini justru getol menggerakkan anak-anak muda. Rata-rata mereka masih duduk di bangku sekolah atau perguruan tinggi.

“Karena kalau anak-anak sekolah pasti tenaga masih besar. Semangatnya pun masih besar,” ujarnya.

Seperti halnya saat ia melakukan penanaman pohon di lereng Bukit Klotok kemarin. Ia bersama pelajar berusia belasan tahun itu cekatan menyusuri jalan yang menanjak. Seolah tak terlihat raut lelah sedikitpun di wajah pemuda-pemuda itu.

“Kalau saya seringnya bermitra dengan sekolah-sekolah. Banyak kok sekolah yang mau bekerja sama menanam pohon. Biasanya anak-anak yang tergabung dalam pecinta alam karena mereka pasti mau diajak naik ke gunung,” kelakarnya.

Upayanya menanam pohon tak selalu berjalan mulus. Kerap kali ia dihadapkan dengan persoalan seperti bibit yang dicuri orang. Padahal, belum sampai dua hari bibit-bibit pohon itu ditanam di lereng bukit yang masih gersang.

“Pernah hari ini kami menanam, besok paginya waktu dimonitor untuk perawatan, ternyata sudah hilang, dicuri. Dan hal seperti itu juga sering dialami orang-orang dari Perhutani,” ujarnya menceritakan salah satu kendala yang cukup sering ia temui di lapangan.

Baginya, hal seperti itu bukanlah perkara besar. Asalkan bibit yang dicuri itu kemudian tetap ditanam kembali oleh si pencuri. Sebab, pada akhirnya tujuan para pegiat lingkungan ini adalah memperbanyak sebaran vegetasi di tengah maraknya deforestasi dan alih fungsi lahan hijau.

“Biasanya yang banyak dicuri itu pohon jenis buah-buahan,” lanjutnya.

Hujan yang mulai sering mengguyur beberapa wilayah di Indonesia ini jadi berkah yang ditunggu-tunggu para pegiat lingkungan ini. Bagi mereka, musim hujan adalah saat untuk beraksi. Menanam sebanyak-banyaknya pohon, di kawasan yang seluas-luasnya. Memberi kebermanfaatan bagi alam dan manusia. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #penghijauan alam #event #Sosok #relawan