Kabupaten, JP Radar Kediri - Nama lengkapnya Agung Wicaksono. Biasa disapa Agung. Wajahnya ganteng, sangat pas bila menjadi model. Dan, pemuda warga Desa Winongsari, Kecamatan Gurah ini dulu memang pernah terjun di dunia modeling. Bahkan, pernah terpilih sebagai Putra Batik Kabupaten Kediri. Tepatnya pada 2019 silam.
Tapi, dengan latar belakang yang bersinar seperti itu, perjalanan hidupnya bak permainan bianglala. Berputar cepat naik turun. Selepas SMA dia terpaksa memilih bekerja. Meskipun sudah ada perguruan tinggi di Jogjakarta yang menerimanya.
“Saya tak bisa ambil karena digandoli sama bapak,” kenang Agung.
Tak pelak, alumnus SMKN 1 Ngasem ini mengurungkan niatnya mencicipi bangku kuliah. Karena enggan berpangku tangan, dia pun mencari pekerjaan. Untung diraihnya, dia diterima di salah satu minimarket.
“Lama-lama saya tak betah karena disuruh-suruh terus. Akhirnya ketemu teman saya, bapaknya usaha tahu,” kenangnya, dengan nada tinggi yang menggambarkan antusiasmenya saat itu.
Agung pun belajar. Ikut membuat tahu di tempat orang tua temannya itu. Setiap proses dia perhatikan dengan cermat. Sampai berhasil memproduksi tahu sendiri.
Bisa membuat tahu bukan berarti perjuangannya selesai. Hal yang paling penting justru harus dia hadapi. Memasarkan produk tahunya. Tentu saja bukan hal yang mudah bagi pemula seperti dirinya.
“Itu saya keliling ke desa-desa. Masih awal-awal sampai ke empat desa. Itu pun hari pertama cuman laku sepuluh biji,” kenang pemilik tinggi badan 164 sentimeter ini.
Agung tak menyerah. Meski seminggu pertama dia hanya berhasil menjual tahu sekitar 10 biji. Bila seperti itu, tahu yang tak terjual hari itu dipasarkan lagi keesokan harinya. Kadang, temannya juga membantu memasarkan.
Ketika itu, Agung masih malu-malu dalam menjual tahu. Lebih-lebih ketika konsumennya yang kebanyakan ibu-ibu mengajaknya ngobrol. Rasa grogi menggelayutinya. Paling banter hanya dibalas dengan senyuman.
“(Ibu-ibu itu) kalau manggil mas ganteng.. mas ganteng,” ceritanya dengan tersipu malu.
Semua pengalaman itu dilakoninya dengan senang hati. Dia tak peduli dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Terlebih lagi dengan latar belakangnya sebagai Putra Batik Kabupaten Kediri. Baginya, tak ada masalah dengan hal itu. Meski cibiran juga sering diterimanya. Bahkan dari beberapa temannya.
“Nggak malu sama sekali. Selama halal ya nggak masalah,” ucapnya dengan percaya diri.
Sebulan berlalu menjadi penjual tahu keliling, Agung mulai memiliki pelanggan. Pendapatannya pun jadi lumayan. Dia bisa menabung. Menyiapkan modal untuk tempat produksi tahu sendiri.
Di sisi lain, dia juga membuat resep rahasia. Agar tahunya memiliki cita rasa yang berbeda dibanding tahu lain.
Usahanya itu tak langsung berjalan mulus. Anak tunggal di keluarganya itu sempat kekurangan modal ketika akan membangun tempat produksi. Selain itu, ada persoalan dengan temannya yang mengajarinya membuat tahu. Membuatnya sempat banting setir. Meninggalkan usaha tahu. Ikut temannya menjadi penyelenggara event. Yakni pada gelaran konser Denny Caknan dan Happy Asmara di Kabupaten Kediri pada 2022 lalu.
“Dari situ saya ketemu teman lagi. Saya dibantu modal untuk usaha tahu,” terangnya.
Dapat modal, dia pun kembali membangun tempat usaha. Perlahan, tahunya semakin digemari. Bahkan, bisa merekrut karyawan. Dalam sehari bisa memproduksi hingga 1.200 biji tahu.
Tak ingin berhenti, dia pun kembali berinovasi. Dari tahu yang diproduksinya, dia mengembangkannya menjadi usaha tahu tek.
“Jadi ada dua orang yang bekerja di gerobak tahu tek. Lalu yang di tempat produksi ada tiga orang,” jelasnya.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, Agung tak pernah malu. Meski sempat menjadi Putra Batik 2019 dan menyabet sebagai juara kostum terbaik, dia tidak mau menutup-nutupi kisah hidupnya sebagai penjual keliling. Fakta lainnya yang patut dicontoh, Agung selalu bisa mengubah cibiran itu menjadi hal positif.
“Jadi dulu ada yang menyepelekan, katanya saya pendek jadi nggak bisa ikut ajang-ajang (pemilihan). Itu waktu dulu saya masih MTs. Terus saya akhirnya memberanikan diri saat SMK, karena saya patah hati,” ucapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah