Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pengusaha yang Cinta Seni dan Budaya, Inilah Sosok Hj. Ria Purbiati

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 20 November 2023 | 21:58 WIB

Photo
Photo

Di sela kesibukannya di dunia usaha, Hj. Ria Purbiati yang akrab disapa Bunda Ria ternyata juga menaruh perhatian pada kegiatan seni dan budaya. Hal ini terbukti ketika beliau tampak hadir dan memberi dukungan dalam acara pergelaran wayang kulit di Desa Kandangan bersama Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Jatim, Bapak Erjik Bintoro selaku anggota DPRD Provinsi dari PKB dan disemarakkan oleh Dalang Ki Anom Dwijo Kangko dari Jawa Tengah.

Dalam sambutannya sebagai pemerhati seni dan budaya, Bunda Ria
menyampaikan bahwa kesenian wayang kulit adalah warisan dari para leluhur yang harus dilestarikan. Kesenian wayang bukan hanya tontonan yang menghibur namun juga memberikan tuntunan bagi kita berupa nilai-nilai luhur yang masih relevan bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Nilai-nilai luhur tersebut berupa nilai religius, patriotisme, cinta tanah air serta nilai-nilai kerukunan yang terkandung dalam tatanan sosial yang masih dipegang masyarakat.

Dalam kesempatan terpisah, Bunda Ria menuturkan, suka wayang karena merupakan seni budaya adi luhur yang diwariskan nenek moyang Bangsa Indonesia. "Karena itu harus diuri-uri," ujar Direktur Rokok Tajimas yang memiliki karyawan hampir 2.000 orang ini.

Pemilik Pabrik Rokok Tajimas ini juga mengaku, tidak ingin kesenian wayang tergerus oleh modernisasi zaman. Apalagi dalam pertunjukan wayang terkandung nilai moral dan filosofi kehidupan yang tinggi.

Photo
Photo

“Dari sudut kebangsaan, wayang kulit
mengajarkan kita untuk berjiwa ksatria. Berani membela kebenaran dan berjiwa patriot yang rela berkorban untuk nusa dan bangsanya,“ tutur pengusaha yang juga pemerhati kesenian ini.

Dalam falsafah hidup, lanjut Bunda Ria, lakon wayang mengajarkan bahwa kebenaran akan mengalahkan kebatilan. Becik ketitik olo ketoro. Kebenaran akan jaya kebatilan akan binasa," terangnya.

Bukan hanya hiburan masyarakat, nilai-nilai falsafah hidup, menurut Bunda Ria, dengan digelarnya kesenian wayang ini juga memberi ruang pedagang-pedagang kecil untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Sehingga bila dikemas lebih baik, bukan tidak mungkin pertunjukan seperti ini bisa menumbuhkembangkan UMKM di sekitar kita. Dan, yang tak kalah penting, terjadi interaksi sosial yang harmonis di tengah-tengah masyarakat.

"Tentunya, hubungan sosial yang harmonis adalah modal dasar terciptanya kondisi sosial yang aman, tenteram dan damai menuju masyarakat Kediri yang makmur dan sentosa," urainya di sela-sela acara.

Di samping wayang kulit, banyak kegiatan seni budaya yang telah didukung oleh Bunda Ria. Di antaranya seperti kesenian Bantengan, Kuda Lumping, acara bertema busana adat dan lain-lain.

"Itu semua saya lakukan karena cinta saya pada Kabupaten Kediri, di mana saya lahir, hidup dan berkembang di sini. Sudah menjadi kewajiban saya selaku warga Kediri untuk ikut berperan serta mewujudkan Kediri Berbudaya. Budayakan pula kejujuran, budayakan kerja keras dan berdikari, budayakan toleransi dan hormat menghormati agar kita bisa menjadi warga Kediri yang unggul menuju Kediri Jaya," papar Calon Anggota DPRD Kabupaten Kediri nomor urut 1 dari PKB di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kabupaten Kediri ini.

Editor : Anwar Bahar Basalamah