Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jadi Putri Batik Kabupaten Kediri 2022, Inilah Sosok Andini Natasya Putri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 20 November 2023 | 17:31 WIB

 

Photo
Photo

Andini Natasya Putri memiliki prestasi segudang. Padahal, usianya masih belia. Gadis asal Gurah ini selalu totalitas dalam berkarya.

 

Prestasi yang diraih Andini tidak didapat dengan serta-merta. Jalan yang dilaluinya cukup terjal. Bahkan, dia mengaku kerap mendapat bahan bully atau perundungan. Beruntung, mentalnya sekuat baja. Omongan negatif itu justru membuatnya semakin percaya diri.

Sepak terjang Andini Natasya Putri di dunia modelling dimulai di bangku sekolah dasar (SD). Saat itu gadis asal Sukorejo, Gurah mengikuti karnaval di desanya. “Kagum aja. Lihat orang-orang yang dirias untuk karnaval jadi cantik, anggun,” aku perempuan kelahiran 2005 ini.

Lulus SD, Andini semakin tertarik. Hingga saat sekolah menengah pertama (SMP), dia mencoba mengikuti berbagai ajang modelling.  Yang pertama ajang Gadis Batik yang diselenggarakan Radar Kediri pada 2019.

Alumnus SMPN 1 Gurah ini langsung mendapat prestasi gemilang. Perempuan yang karib disapa Andini meraih juara dua. Menjadi gadis paling muda yang memperoleh selempang pemenang. “Satu-satunya yang duduk di bangku SMP, lainnya SMA,” terangnya.

Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula anginnya. Itu juga yang dirasakan Andini. Tidak sedikit kakak kelas yang mencibirnya. Entah iri. Entah cemburu. Beruntung, dia memiliki mental sekuat baja. Hal tersebut tidak membuatnya down. Justru semakin termotivasi.

“Yaudah gapapa, tujuannya kan untuk menginspirasi, bukan hal yang lain,” ucap dara cantik ini.

Dari situ pula Andini sadar. Menjadi model tidaklah mudah. Pasti banyak lika-likunya. Baik di dalam maupun di luar panggung. “Mau nggak mau harus tunjukin yang terbaik. Do your best,” akunya gadis 18 tahun ini.

Dia tak patah semangat. Andini terus mencoba berbagai ajang model. Seperti  perlombaan model lokal di Kediri Raya. Ada yang dapat juara. Ada pula yang pulang dengan tangan hampa. Baginya tidak menjadi masalah. Pengalamannya tetap bertambah. Dia juga jadi lebih percaya diri di depan banyak orang.

Saat menginjak bangku sekolah menengah atas (SMA), Andini kembali mencoba mengikuti ajang permodelan. Yang pertama, Duta PMR Bara Pamera Nasional. Kebetulan Andini juga aktif dalam ektrakurikuler PMR. Di situ Andini memperoleh juara dua.

Photo
Photo

Saat menginjak kelas tiga, Andini mencoba ikut putra-putri GenZ dalam School Contest XIV GenZ Verse 2022. Kali ini, Andini meraih top 5. Walau demikian Andini merasa kurang puas. Dia merasa tidak bisa tampil dengan optimal. Karena tubuhnya sedang tidak fit.

Setelah itu, Andini berniat untuk break mengikuti kegiatan model. Kebetulan juga ada ajang putra-putri batik. Awalnya, dia sempat tidak berminat ikut.  Karena sempat ada rasa kecewa di ajang sebelumnya. Terlebih, dia juga harus fokus untuk ujian kelulusan SMA. “Sempat dilema,” aku perempuan alumnus SMAN 7 Kota Kediri.

Di dalam kegalauannya itu, teman dan keluarganya sangat mendukung. Akhirnya, Andini mengikuti putra-putri batik. Dari situ, membuat semangatnya kembali terpacu. Andini ingin membuktikan bahwa dia bisa lebih baik lagi. Dia ingin membanggakan teman-teman dan keluarganya.

Denagn waktu yang mepet, Andini memberanikan diri untuk maju. Perjuangannya membuahkan hasil memuaskan. Andini berhasil menjadi juara I Putri Batik 2022. Hasil membanggakan itu dia persembahkan kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama ini.

“Sering dibantu teman-teman dan keluarga, akhirnya bisa membuat mereka bangga,” tandas Andini. 

 

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #Putri Batik