Puspaga Kirana Hadir Lebih Dekat Dampingi Masalah Rumah Tangga hingga Pola Asuh Anak

Syaikhu Aliya Rahman • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 18:44 WIB
Solusi Harmonis dari Puspaga Kirana, Konseling Gratis untuk Keluarga dan Pola Asuh Anak di Kota Kediri (Foto: Dok. DP3AP2KB Kota Kediri)
Solusi Harmonis dari Puspaga Kirana, Konseling Gratis untuk Keluarga dan Pola Asuh Anak di Kota Kediri (Foto: Dok. DP3AP2KB Kota Kediri)

 

Fenomena anak yang tiba-tiba mogok sekolah, kecanduan gawai (gadget) serta persoalan rumah tangga lainnya kerap kali membuat orang tua kewalahan. Di tengah tuntutan pekerjaan, kebuntuan komunikasi antara orang tua dan anak memicu kerenggangan emosional. Bahkan memunculkan masalah yang lebih serius. Seperti tantrum hingga kecenderungan remaja menyakiti diri sendiri (self-harm).
Dari persoalan ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri hadir di tengah masyarakat. Yakni melalui layanan konseling dan psikoedukasi gratis. Melalui Pusat Pembelajaran Keluarga-Keluarga Inspiratif, Ramah, Aman dan bahagia Puspaga Kirana. Layanan ini hadir untuk merespons berbagai persoalan keluarga. Mulai dari pengasuhan anak hingga problematika rumah tangga.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Kota Kediri Zaki Zamani mengungkapkan, kasus yang banyak ditangani saat ini adalah anak kecanduan gawai (gadget) dan anak yang mogok sekolah. Masalah ini, kata Zaki, umumnya berakar dari pola asuh yang kurang tepat serta minimnya pengawasan dari orang tua karena rutinitasnya.
“Rata-rata klien yang datang membawa keluhan masalah pola asuk anak. Tak sedikit juga  terkait permasalahan rumah tangga,” ungkap Zaki.
Puspaga Kirana menghadirkan psikolog untuk upaya pendampingan psikologis. Ini dilakukan secara berkelanjutan hingga tuntas. Zaki mencatat, beberapa kasus dapat diselesaikan dalam 1-3 pertemuan. Namun ada pula kasus kompleks yang membutuhkan pendampingan hingga satu tahun.
Selain menangani masalah internal rumah tangga, Puspaga Kirana juga memfasilitasi asesmen dan konseling wajib bagi anak pemohon dispensasi nikah di bawah umur. Baik dari rujukan Pengadilan Agama maupun Pengadilan Negeri.
Sebagai langkah pencegahan preventif, DP3AP2KB Kota Kediri rutin menggelar Kelas JUMPA (Jurus Mudah Pengasuhan Anak) secara daring. Program ini memberikan edukasi praktis bagi orang tua. Seperti metode penanganan anak tantrum tanpa kekerasan fisik, hingga pemahaman mengenai fenomena melukai diri sendiri (self-harm) pada remaja.
Zaki berharap layanan dan edukasi ini dapat mengubah paradigma pengasuhan di masyarakat menjadi lebih positif dalam mempersiapkan generasi emas 2045. “Sudah bukan zamannya lagi anak diasuh dengan kekerasan. Orang tua harus betul-betul peduli dan melindungi anak dari bahaya gawai, judi online, serta informasi negatif yang berseliweran,” pungkasnya. Layanan ini bisa diakses melalui hotline 08113784129

Editor : Anwar Bahar Basalamah
konseling gratis konseling gadget anak anak