Amankan Musim Giling, PT SGN Pantau Pengairan dan Pasokan Tebu Kebun Dhoho

Mahisa Ayu • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Foto: Dok. PT Sinergi Gula Nusantara
Foto: Dok. PT Sinergi Gula Nusantara

KEDIRI, JP Radar Kediri – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperketat pengawasan operasional di wilayah KSO Kebun Dhoho Kediri. Langkah ini dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) lapangan pada Jumat (28/8) lalu guna memastikan seluruh proses budidaya hingga pasokan tebu berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Jajaran manajemen puncak PT SGN turun langsung ke area perkebunan. Agenda peninjauan dipimpin oleh Direktur Operasional PT SGN Kuntoro Boga Adri, didampingi Regional Head Jatim II PT SGN Wayan Mei Purwono, Kabag Operasional KSO Tebu, serta para General Manager Pabrik Gula Regional Jatim 1.

Baca Juga: Angin Kencang Bikin Api Merembet, Lahan Tebu Dekat Sekolah Rakyat Terbakar

Kuntoro menjelaskan bahwa peninjauan lapangan ini krusial untuk mengukur kepatuhan standar serta efektivitas operasional, mulai dari fase penanaman, pemeliharaan, hingga pemanenan tebu. “Kami memastikan seluruh proses budidaya, perawatan, hingga panen berjalan sesuai prosedur,” tegasnya.

Menghadapi tantangan musim kemarau, pengawasan pengairan menjadi salah satu fokus utama. Regional Head Jatim II PT SGN Wayan Mei Purwono mengungkapkan, meski proses tanam dan panen di KSO Kebun Dhoho relatif stabil, pasokan air harus terus dipantau ketat agar produktivitas tanaman tidak menurun akibat cuaca panas.

Baca Juga: Semarakkan HUT ke-81 RI, PG Ngadiredjo Gelar Upacara hingga Lomba Seru Karyawan dan Driver Tebu

“Sistem pengairan di KSO Kebun Dhoho harus berjalan normal. Jangan sampai tanaman mengalami kekeringan,” ujar Wayan. Selain itu, evaluasi difokuskan pada kelancaran proses tebang dan keterjaminan rantai pasok bahan baku tebu ke pabrik gula selama musim giling.

General Manager MKSO Kebun Dhoho Juni Yanto menambahkan, pihaknya berfokus memperkuat pengawasan dari hulu ke hilir untuk mengantisipasi potensi kendala teknis, seperti serangan hama dan hambatan akses logistik pengangkut tebu.

Dalam menjaga mutu bahan baku yang dikirim ke pabrik gula, MKSO Kebun Dhoho tetap memegang teguh komitmen kualitas. “Kami berkomitmen mempertahankan kualitas hasil panen dengan menerapkan standar Manis, Bersih, dan Segar (MBS) agar mutu bahan baku yang disuplai tetap optimal,” pungkas Juni.

Editor : Shinta Nurma Ababil
SGN tebu Musim Giling dhoho pt