KEDIRI, JP Radar Kediri - Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo, Kediri, terus memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan. Seluruh proses pengolahan limbah di pabrik tersebut menerapkan standar internasional ISO 9001 untuk Manajemen Mutu dan ISO 14001 untuk Manajemen Lingkungan.
Standarisasi itu menjadi jaminan bahwa hasil produksi, termasuk air limbah yang dilepas ke lingkungan, telah memenuhi baku mutu dan aman bagi ekosistem.
General Manager PG Ngadiredjo Faiz Humami menjelaskan, pengendalian mutu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas bahan baku tebu, proses produksi gula, hingga output air limbah.
Baca Juga: Perkuat Sinergitas Direktur Radar Kediri Bertemu GM PG Ngadirejo & PG Pesantren Baru
"PG Ngadiredjo menerapkan standarisasi kualitas, baik pada bahan baku tebu, hasil produksi gula, maupun output airnya," ujarnya, Rabu (5/8).
Menurut Faiz, komitmen tersebut merupakan bagian dari standar operasional perusahaan agar aktivitas industri tidak hanya produktif, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Pengawasan kualitas air limbah dilakukan secara ketat melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). PG Ngadiredjo memiliki sistem IPAL yang memastikan seluruh limbah cair yang keluar dari pabrik tetap memenuhi baku mutu sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 52 Tahun 2014.
Dalam proses pengolahannya, IPAL menggunakan sistem aerasi dengan bantuan mikroorganisme untuk menguraikan senyawa organik yang terkandung dalam air limbah sehingga kualitas air yang dihasilkan tetap terjaga.
Baca Juga: Jadi Kunci Sukses, PG Ngadirejo Perkuat Sinergi dengan Petani
Seluruh hasil pengolahan tersebut diuji secara berkala oleh Laboratorium Lingkungan Swasta yang telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). Sejak 2022, PG Ngadiredjo juga menerapkan standar baku mutu lingkungan berbasis ISO 9001 dan ISO 14001.
"Hasil pengujian menunjukkan kualitas output air industri PG Ngadiredjo memenuhi standar baku mutu air limbah pabrik gula," jelasnya.
Indikator lain yang menjadi bukti kualitas air hasil olahan adalah keberadaan ikan hias yang dipelihara di kolam IPAL. Ikan-ikan tersebut tetap hidup dengan baik, menandakan air telah bebas dari zat beracun dan aman bagi lingkungan.
"Output air kami kelola dengan baik sehingga aman dan bahkan bermanfaat bagi petani sekitar. Di kolam IPAL juga kami pelihara ikan hias, dan semuanya hidup dengan baik," tambahnya.
Air limpahan dari IPAL yang telah dinyatakan bersih kemudian dimanfaatkan untuk membantu sistem irigasi lahan pertanian warga di sekitar pabrik.
Selain pengelolaan limbah cair, PG Ngadiredjo juga mengendalikan pencemaran udara dan limbah padat. Emisi gas buang dari proses pembakaran tebu ditekan melalui pemasangan filter pemisah debu pada cerobong pabrik. Sementara ampas tebu (bagasse) dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar boiler sehingga mampu mengurangi timbunan limbah padat sekaligus mendukung prinsip produksi bersih.
Perusahaan juga rutin mengambil sampel air buangan dan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan kualitas lingkungan tetap terjaga. Proses sterilisasi terhadap sisa cairan pencucian peralatan produksi pun dioptimalkan sebelum dialirkan keluar dari area pabrik.
Atas konsistensinya dalam menerapkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, PG Ngadiredjo berhasil meraih Sertifikat Proper Biru. Penghargaan tersebut menjadi bukti kepatuhan perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan sekaligus komitmen menjalankan proses produksi gula secara berkelanjutan.
Melalui pengelolaan limbah yang modern, pengawasan kualitas yang ketat, serta pemanfaatan kembali limbah produksi, PG Ngadiredjo berupaya memastikan aktivitas industri berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap program swasembada gula nasional tanpa mengesampingkan kelestarian air, udara, dan ekosistem di sekitarnya.