KEDIRI, JP Radar Kediri – Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kedirimendadak riuh oleh nuansa kebersamaan yang kental pada Minggu (9/8) pagi. Perwakilan berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam seperti PCNU, Muhammadiyah, LDII, hingga Al-Irsyad duduk berdampingan dalam satu meja. Mereka menyatukan visi dalam Rapat Kerja (Raker) Pertama Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Kabupaten Kediri.
Mengusung tema "Adaptif dalam Tantangan, Transformatif dalam Gerakan, Bersinergi untuk Kemajuan Umat", raker perdana ini bukan sekadar seremonial. Acara ini menjadi tonggak sejarah baru, lantaran FKMT Kabupaten Kediri menjadi forum komunikasi majelis taklim lintas ormas pertama dan satu-satunya yang resmi terbentuk di Jawa Timur.
Inisiasi apik dari Kepala Kankemenag Kabupaten Kediri, Bapak Ahmad Faiz, ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Dr Mohamad Solikin M. AP yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa potensi FKMT sangat besar untuk membangun masyarakat Bumi Panjalu.
Baca Juga: Bangun Gedung MTsN 1 Kota Kediri yang Terbakar, Kemenag Kota Kediri Usulkan Rp 3,6 M ke Pusat
"Kami ucapkan terima kasih kepada Kemenag dan memberi apresiasi untuk FKMT. Harapannya, FKMT bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Khususnya dalam menjalankan fungsi menjaga nilai, dakwah, hingga menjadi jaring pengaman sosial demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kediri," ujar Sekda usai membuka acara.
Dukungan serupa juga mengalir dari tokoh agama dan kepolisian. Ketua PCNU Kabupaten Kediri, KH Muhammad Makmun (Gus Makmun), mengaku bersyukur obrolan informal yang selama ini terjalin antar-ormas akhirnya bisa diwadahi secara resmi. Kendati demikian, Gus Makmun menitipkan tiga pesan krusial yang harus dijaga oleh FKMT ke depan.
"Pertama, menjaga kondusivitas antar-ormas Islam. Kedua, menjaga agar tidak melenceng dari ajaran masing-masing. Dan ketiga, menjaga semua anggota majelis taklim dari hal-hal yang kontraproduktif, seperti masalah keuangan, pelecehan, atau kekerasan. Insyaallah manfaatnya akan luar biasa," tegas Gus Makmun.
Baca Juga: CPNS 2026 Kemenag dan PPPK Dibuka? MenPAN RB dan Komdigi Angkat Bicara
Di sisi lain, apresiasi tinggi juga datang dari pihak korps baju cokelat. Kapolres Kediri AKBP Wahyudi Latief menyebut momen ini sebagai tonggak bersejarah bagi kondusivitas wilayah Kediri.
"Ini luar biasa dan baru satu-satunya di Jawa Timur. Dengan berdirinya FKMT, kami berharap forum ini bisa menyatukan visi-misi ormas Islam agar Kediri semakin kondusif. Program-programnya harus berjalan nyata sebagai penyejuk di tengah masyarakat, dan kami di Polres Kediri siap terus bersinergi demi kemaslahatan bersama," pungkas Kapolres.
Sementara itu, Ketua umum FKMT Kabupaten Kediri, Gus Riza Sahlan Siroj mengatakan bahwa serangkaian diskusi dan kunjungan kerja selama sebulan terakhir membuahkan kesadaran penting tentang arti persaudaraan seagama dan setanah air.
Baca Juga: 70 Persen Pegawai Kemenag WFH di Hari Jumat, Pastikan Kerja di Rumah Tidak Kurangi Pelayanan
"Sebeda-bedanya kita semua, kita menyadari masih dilahirkan dari rahim yang sama, lahir dari bumi Indonesia sendiri. Kita murni pribumi. Alhamdulillah, perbedaan (ormas) itu justru ingin kita jadikan satu sinergi yang bagus," tutur Gus Riza.
Ia juga berharap kehadiran jajaran tokoh seperti Kapolres Kediri AKBP Wahyudi Latief, Gus Makmun, Kepala Kemenag Ahmad Faiz, serta Ketua LDII Kabupaten Kediri H. Agus Soekisno menjadi pemantik semangat untuk menyusun program kerja yang lebih progresif.
Dengan semangat adaptif, transformatif, dan sinergis, raker perdana ini diharapkan mampu melahirkan program-program konkret yang tidak hanya menyentuh aspek dakwah di atas mimbar, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi persoalan sosial keagamaan di Kabupaten Kediri.
Editor : Anwar Bahar Basalamah