KEDIRI, JP Radar Kediri – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 untuk memperkuat edukasi perlindungan anak. Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan", DP2KBP3A menggelar kegiatan KidsZania: Anak Bahagia, Kreatif, Sehat dan Berprestasi di kawasan Wisata Ubalan, Kecamatan Plosoklaten, Kamis (23/7).
Sebanyak 150 anak usia TK hingga SD kelas 1-2 dari Kecamatan Pare, Plosoklaten, Wates, Ngancar, Sekolah Rakyat, hingga Kampung Inggris mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang dikemas melalui konsep belajar sambil bermain. Anak-anak diajak mengikuti permainan tradisional, deklarasi Suara Anak Indonesia (SAI), drama musikal, hingga edukasi kesehatan, mitigasi bencana, dan simulasi penanganan kebakaran.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri dr. Nurwulan Andadari mengatakan, Hari Anak Nasional menjadi momentum mengingatkan seluruh masyarakat bahwa anak merupakan amanah yang harus dijaga bersama. Menurutnya, perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.
"Melalui tema 'Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan', kami ingin mengingatkan bahwa anak adalah titipan Tuhan yang sangat berharga. Mereka harus disayangi, dilindungi, dan dipersiapkan agar memiliki masa depan yang baik,"ujarnya.
Andadari menjelaskan, kegiatan sengaja digelar di kawasan wisata agar anak-anak dapat menikmati suasana yang menyenangkan. Selain memberikan edukasi, DP2KBP3A juga ingin memperkenalkan konsep tempat wisata yang ramah anak.
"Prinsipnya kami mencari tempat yang anak-anak bisa merasa senang. Sekaligus mengenalkan bahwa tempat wisata ramah anak itu seperti ini," katanya.
Menurutnya, dunia anak adalah dunia bermain. Karena itu, anak-anak perlu kembali menikmati masa kecilnya tanpa mengesampingkan pembelajaran mengenai kesehatan, keselamatan, dan perlindungan diri.
"Kami mengajak mereka berpikir positif, menyayangi teman, dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi tertentu. Anak-anak harus kembali bermain karena itulah dunia mereka," jelasnya.
Selain menghadirkan permainan edukatif, kegiatan juga diisi penyuluhan pola hidup bersih dan sehat oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), edukasi mitigasi bencana oleh BPBD, serta simulasi penanganan kebakaran bersama Dinas Pemadam Kebakaran. Harapannya, berbagai pengetahuan dasar tersebut dapat tertanam sejak usia dini sehingga anak-anak mampu melindungi diri ketika menghadapi keadaan darurat.
Lebih jauh, Andadari menyoroti masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak yang justru dilakukan oleh orang-orang terdekat. Kondisi tersebut menjadi alasan DP2KBP3A terus memberikan edukasi mengenai perlindungan diri kepada anak.
"Regulasinya sebenarnya sudah banyak. Namun yang menjadi tantangan adalah karena pelakunya sering kali orang terdekat, mulai orang tua, orang tua tiri, hingga keluarga sendiri. Karena itu kami mengenalkan kepada anak-anak organ reproduksi, siapa yang boleh dan tidak boleh menyentuhnya, agar mereka berani berbicara ketika mengalami sesuatu," ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan keluarga di tengah fenomena fatherless yang masih menjadi perhatian di Indonesia. Menurutnya, kehadiran orang tua, terutama sosok ayah, memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak.
Baca Juga: Memperingati Hari Anak Nasional Korea, Jin BTS Donasikan 100 Juta Won ke Rumah Sakit Anak
"Untuk orang tua, kuatkan keluarga. Untuk anak-anak, kembalilah bermain, sayangi teman, sehingga mereka mempunyai banyak pengalaman yang akan menjadi bekal kehidupan mereka di masa depan," pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Dr. Muhammad Muhsin menyatakan pihaknya terus mendorong satuan pendidikan menciptakan proses belajar yang menyenangkan. Sebab, bermain merupakan bagian dari pembelajaran yang mampu menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak.
"Di PAUD maupun SD kami mengembangkan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan melalui permainan yang menantang. Bermain bagi anak sejatinya adalah belajar. Di situlah moral, agama, bahasa, motorik, seni, hingga kemampuan sosial mereka berkembang,"ujarnya.
Muhsin menambahkan, Pemkab Kediri juga terus memperkuat pendidikan inklusif. Seluruh satuan pendidikan didorong menerima anak berkebutuhan khusus dengan dukungan guru pendamping khusus dan pemenuhan sarana prasarana secara bertahap agar setiap anak memperoleh hak pendidikan tanpa diskriminasi.
Melalui kolaborasi DP2KBP3A, Dinas Pendidikan, IDI, BPBD, Damkar, Forum Anak, serta berbagai perangkat daerah lainnya, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap semangat "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan" tidak hanya menjadi tema peringatan Hari Anak Nasional, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan lingkungan yang aman, keluarga yang kuat, dan pendidikan yang ramah anak, diharapkan lahir generasi Kabupaten Kediri yang bahagia, kreatif, sehat, dan berprestasi.
Editor : Anwar Bahar Basalamah