Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Peringati HANI 2026, Eklesia Kediri Foundation Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

Mahisa Ayu • Senin, 29 Juni 2026 | 16:57 WIB

 

Foto: Dok. IPWL Eklesia Kediri
Foto: Dok. IPWL Eklesia Kediri

KEDIRI, JP Radar Kediri – Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Eklesia Kediri Foundation menggelar apel bersama di lapangan kantor IPWL Eklesia Kediri Foundation pada Jumat malam (26/6). Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan komitmen bersama dalam memerangi peredaran gelap narkoba di Kota Tahu.

Apel dihadiri oleh perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri,  kepala kelurahan yakni Kelurahan Ngronggo, Ngadirejo, dan Tosaren. Serta jajaran tokoh agama, tokoh masyarakat, penggerak PKK, dan para penggiat anti-narkotika.
‎​Founder IPWL Eklesia Kediri Foundation, Dr. Jesicha Yenny Susanty, S.H., M.H., C.L.A., C.C.D., C.M.L.C., yang bertindak sebagai pembina apel menegaskan, peringatan HANI tahun ini bukan sekadar seremonial. "Ini adalah malam perenungan. Tentang kontribusi nyata apa yang sudah kita lakukan untuk melindungi bangsa ini dari ancaman narkotika," tegas Jesicha dalam amanatnya.

Dalam orasinya, Jesicha mengingatkan bahwa peredaran gelap narkotika saat ini kian masif tanpa memandang batas usia, status sosial, profesi, maupun agama. Oleh karena itu, war on drugs tidak bisa hanya dibebankan kepada BNN atau aparat penegak hukum saja, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat.

Foto: Dok. IPWL Eklesia Kediri
Foto: Dok. IPWL Eklesia Kediri
 
Menariknya, perempuan yang juga praktisi hukum ini mengajak seluruh peserta apel dan masyarakat luas untuk mengubah cara pandang (paradigma) terhadap para pengguna narkoba. Menurutnya, tidak semua yang terjerat adalah pelaku kriminal murni. Banyak di antara mereka yang sebenarnya merupakan korban bujuk rayu, tekanan lingkungan, hingga ketidaktahuan.
‎​"Sebagai bangsa yang menjunjung nilai kemanusiaan, kita tidak boleh menutup pintu bagi mereka yang ingin bangkit. Mereka adalah korban yang berhak pulih dan mendapatkan rehabilitasi," paparnya. 
‎Ia menambahkan, rehabilitasi bukanlah pembiaran atas kesalahan, melainkan upaya konkret menyelamatkan masa depan generasi bangsa.
‎​
Kendati melunakkan pandangan terhadap korban, sikap tegas tanpa kompromi justru disuarakan Jesicha untuk para pengedar dan bandar narkoba. Ia mendesak negara untuk hadir dengan tindakan super tegas guna memberantas jaringan gelap yang mengeruk keuntungan di atas hancurnya masa depan anak bangsa. "Tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi kejahatan yang merusak masa depan negara," cetusnya disambut anggukan setuju para peserta.
Foto: Dok. IPWL Eklesia Kediri
Foto: Dok. IPWL Eklesia Kediri
Di akhir acara, masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Jika mendapati adanya penyalahgunaan, warga diminta tidak mengucilkan, melainkan mendampingi dan mengarahkan korban ke lembaga rehabilitasi resmi seperti Eklesia Kediri Foundation.
‎​
Sebagai simbol kesatuan tekad dan semangat yang tak boleh padam, pada Apel tersebut juga dilakukan prosesi penyalaan api unggun. Nyala api tersebut melambangkan komitmen bersama untuk membentengi keluarga dan lingkungan menuju masyarakat Kediri yang sehat, produktif, dan bersih dari narkoba (bersinar).
Editor : Anwar Bahar Basalamah
#BNN KOTA KEDIRI #IPWL Eklesia Kediri #hari anti narkotika