KEDIRI, JP Radar Kediri – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) Kediri terus berkomitmen meningkatkan kinerja dan integritas jajarannya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui agenda Sharing Komunikasi dan Motivasi yang digelar di Aula Jenggolo Lantai III KPPBC TMC Kediri pada Selasa (9/6).
Acara yang diikuti oleh seluruh pimpinan, staf, dan karyawan tersebut menghadirkan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr. Aqua Dwipayana.
Mengusung tema "Disiplin Tanpa Harus Diawasi, Bekerja Tanpa Harus Diperintah, Tanggung Jawab Tanpa Harus Diminta", kegiatan ini bertujuan memperkuat soliditas internal dan kapasitas komunikasi publik insan Bea Cukai Kediri.
Kepala KPPBC TMC Kediri, Gatot Heroe Hernandar, menjelaskan bahwa kehadiran Dr. Aqua Dwipayana sangat penting untuk memperkuat jajarannya, terutama dalam aspek komunikasi pelayanan dan pengawasan.
"Tugas kami adalah melaksanakan pengawasan sekaligus pelayanan kepabeanan dan cukai. Melalui komunikasi yang baik, kami ingin memastikan pengguna jasa dapat memahami dan mematuhi aturan yang berlaku. Jika mereka patuh, perusahaan akan tumbuh, serapan tenaga kerja meningkat, dan ujungnya berdampak positif pada penerimaan negara," ujar Gatot.
Gatot juga menekankan pentingnya sinergi eksternal. Bea Cukai Kediri yang membawahi wilayah pengawasan Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Jombang ini aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pemangku kepentingan lainnya.
Baca Juga: Awas! Pendaftaran CPNS Bea Cukai 2026 Beredar Link Palsu
Di sela-sela kegiatan, Gatot turut memaparkan performa impresif Bea Cukai Kediri sepanjang tahun berjalan. Hingga Mei 2026, realisasi penerimaan telah menembus angka Rp 8 triliun dari target tahunan sebesar Rp 26 triliun.
Di bidang pengawasan, Bea Cukai Kediri telah melakukan 25 kali penindakan. Langkah masif juga ditunjukkan melalui operasi "Gempur Rokok Ilegal 2026" dengan total barang bukti mencapai 13 juta batang rokok ilegal senilai Rp 19,5 miliar, sekaligus berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp 12,7 miliar.
Selain penindakan, optimalisasi fasilitas industri terus dipacu melalui keberadaan 15 Kawasan Berikat (6 di Nganjuk, 9 di Jombang) serta 1 fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM) di Nganjuk.
Baca Juga: Pendaftaran 300 Kuota CPNS Bea Cukai 2026 Belum Dibuka, Komdigi Umumkan Hasil Penelusuran Cek Fakta
Sosialisasi terkait Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) dan regulasi terbaru seperti PMK No. 22 Tahun 2026 juga gencar dilakukan lewat berbagai media informasi.
Sementara itu, Dr. Aqua Dwipayana memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen dan keterbukaan Bea Cukai Kediri di bawah kepemimpinan Gatot Heroe Hernandar. Menurutnya, kepemimpinan yang memberikan keteladanan (role model) menjadi kunci utama solidnya performa kantor.
"Target Rp 26 triliun itu sangat realistis dicapai, bahkan dilewati, jika kuncinya ada pada kekuatan komunikasi. Saya selalu menekankan rumus REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble). Di sini, seluruh jajaran tinggal mencontoh komitmen yang ditunjukkan oleh kepala kantornya," ungkap Dr. Aqua.
Baca Juga: 300 Kuota CPNS Bea Cukai 2026 Segera Dibuka Kemenkeu: Cek Jadwal dan Syaratnya
Mantan jurnalis ini juga berpesan agar masyarakat tidak mudah menjustifikasi institusi Bea Cukai secara negatif akibat ulah segelintir oknum. "Sebagian besar, atau 99 persen lebih pegawai Bea Cukai adalah insan yang amanah dan profesional. Mereka adalah salah satu penyangga utama APBN kita yang harus terus didukung," tegasnya.
Di akhir sesi, Dr. Aqua juga memuji hubungan erat yang dibangun Bea Cukai Kediri dengan media massa kredibel seperti Jawa Pos Radar Kediri. Menurutnya, transparansi dan publikasi kerja nyata adalah bagian vital dari akuntabilitas publik sebuah instansi negara.
Editor : Anwar Bahar Basalamah