KEDIRI, JP Radar Kediri – PG Ngadiredjo resmi mengawali musim giling tahun 2026 dengan prosesi selamatan dan kirab Manten Tebu, Sabtu (2/5). Ritual ini menjadi bentuk nguri-uri budaya leluhur sekaligus wujud syukur atas dimulainya musim giling yang ditargetkan berlangsung selama 200 hari ke depan.
General Manager PG Ngadiredjo, Wayan Mei Purwono, mengungkapkan optimisme perusahaan dalam mendukung swasembada gula nasional 2027.
"Target kami menggiling 11 juta kuintal tebu dengan proyeksi produksi 80 ribu ton gula. Ini meningkat dibanding realisasi tahun lalu sebesar 70 ribu ton," ujarnya.
Baca Juga: Warga Antusias Ikut Proses Tebu Manten di PG Ngadirejo Kediri
Dalam operasionalnya, PG Ngadiredjo melibatkan sekitar 900 tenaga kerja dan 500 armada truk yang terbagi dalam tiga shift. Wayan menekankan pentingnya sinergi dari hulu ke hilir dengan 1.015 petani mitra yang tersebar di Kediri (50 persen), Blitar (30 persen), dan Malang (20 persen).
"Kami berkomitmen mengawal petani agar berwirausaha tebu dengan profitabel. Tanggal 8 Mei nanti, kami akan berkoordinasi membahas analisa harga, rendemen, hingga bagi hasil agar petani semakin mantap bermitra," tambahnya.
Baca Juga: Perkuat Sinergitas Direktur Radar Kediri Bertemu GM PG Ngadirejo & PG Pesantren Baru
Terkait tantangan iklim dan kenaikan harga material impor seperti plastik karung dan belerang, PG Ngadiredjo akan melakukan efisiensi energi dan pengelolaan bahan baku secara ketat. Hal ini dilakukan agar efisiensi pabrik tidak berdampak negatif pada pendapatan petani.
Wayan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi kebisingan dan kepadatan lalu lintas selama masa giling.
"Kami mengimbau supir agar tidak ugal-ugalan mengingat PG Ngadiredjo berada di jalur nasional," pungkasnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah