Ada yang spesial tahun ini. Untuk pertama kalinya, digelar 1st Kediri Molly Contest di samping Kediri Betta Mini Contest. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, mengungkapkan kontes ini sengaja digelar untuk memicu gairah budidaya ikan Molly di Kediri yang produksinya sempat stagnan.
Baca Juga: Double Impact Program Dinas Perikanan: Tekan Stunting Sekaligus pemberdayaan UMKM
"Populasi produksi Molly di Kediri mencapai 13 juta ekor per tahun dengan nilai ekonomi sekitar Rp 26 miliar. Melalui kontes ini, kami ingin memotivasi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mandiri secara ekonomi melalui budidaya ikan hias yang tidak butuh lahan luas," ujar Nur Hafid.
Selain kontes kecantikan ikan dari segi warna dan bodi, Kediri Aquatic 2026 juga dimeriahkan lomba menggambar dan mewarnai untuk pelajar serta aksi nyata pelestarian lingkungan melalui restocking 30 ribu ekor ikan tawas. Kemudian stan edukasi yang mempertemukan pembudidaya dengan masyarakat umum. "Menang kontes bukan sekadar trofi, tapi akan meningkatkan nilai jual ikan tersebut berkali-kali lipat," pungkas Nur Hafid.
Editor : Anwar Bahar Basalamah