KEDIRI, JP Radar Kediri – Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo resmi memulai tahapan awal musim giling tahun 2026. Tepat pada Jumat Legi (24/4), pabrik gula yang berlokasi di Kecamatan Ngadiluwih ini melaksanakan prosesi Cetik Geni atau penyalaan perdana api boiler. Momentum ini menandai kesiapan teknis pabrik dalam mengolah komoditas tebu menjadi manisnya kesejahteraan bagi petani dan perusahaan.
General Manager (GM) PG Ngadiredjo Wayan Mei Purwono, menjelaskan prosesi hari ini merupakan bagian dari tahap slow firing. Hal ini dilakukan untuk pemanasan infrastruktur mesin sebelum memasuki fase krusial berikutnya.
Baca Juga: Pabrik Triplek di Desa Tertek Pare Terbakar, Kerugian Capai Rp 50 Juta
"Hari ini kita mulai slow firing untuk menghangatkan mesin terutama pipa-pipa. Ada kurang lebih 900 pipa baru yang kami ganti tahun ini. Proses penghangatan ini penting dilakukan sebelum kita berlanjut ke tahap steam test atau general test yang biasanya berjarak 10 hari dari sekarang," ujar Wayan.
Tahun ini, PG Ngadiredjo membawa optimisme besar. Berdasarkan prediksi BMKG mengenai fenomena El Nino yang lebih panjang serta pantauan di lapangan di mana tebu sudah mulai berbunga, Wayan meyakini kualitas bahan baku akan sangat prima.
"Insyaallah kadar sapu (kadar kemanisan) akan tinggi. Kami juga memprediksi tahun 2026 ini akan terjadi surplus bagas (ampas tebu)," tambahnya.
Target yang dipatok manajemen pun cukup signifikan. PG Ngadiredjo membidik angka giling yang akan dimulai 9 Mei itu sebanyak 11 juta kuintal tebu dengan target rendemen 7,5 persen. Dari target tersebut, produksi gula diharapkan mampu menyentuh angka 82.500 ton.
Berbeda dengan tahun lalu yang menempuh masa giling selama 192 hari, tahun ini PG Ngadiredjo memproyeksikan durasi operasional mendekati 200 hari. Peningkatan ini seiring dengan masifnya dukungan pemerintah dalam menggelontorkan bantuan benih kepada para petani di tahun ini.
Editor : Anwar Bahar Basalamah