Bazar tersebut merupakan kolaborasi mata kuliah Manajemen Event dan Manajemen Kewirausahaan, dengan rangkaian kegiatan meliputi bazar produk mahasiswa, lomba, hingga hiburan live music. Antusiasme pengunjung tampak tinggi sejak pagi hari.
Kaprodi Manajemen UNP Kediri, Restin Meilina, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kurikulum baru berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang saat ini diterapkan di Prodi Manajemen.
“Kegiatan ini adalah implementasi kurikulum baru di Prodi Manajemen. Pembelajaran tidak lagi hanya berbasis teori, presentasi, atau simulasi di kelas, tetapi mahasiswa benar-benar praktik langsung di lapangan,” ujarnya.
Menurut Restin, mahasiswa tingkat empat mendapat tantangan lebih besar karena bertindak sebagai penyelenggara utama acara. Mereka bertanggung jawab penuh mulai dari perencanaan konsep, perizinan, desain, hingga pencarian sponsorship.
“Mahasiswa tingkat empat benar-benar menggelar event ini. Mulai dari mencari sponsor, mengurus perizinan, mendesain acara, hingga memastikan kegiatan berjalan. Ini tentu bukan hal yang mudah dan membutuhkan effort luar biasa,” jelasnya.
Sementara itu, mahasiswa tingkat dua berperan sebagai peserta bazar yang menampilkan produk dan kreativitas kewirausahaan. Pola ini, lanjut Restin, dirancang berkelanjutan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman bertahap.
“Ketika nanti mahasiswa tingkat dua naik ke tingkat empat, mereka yang akan mengemas dan mengelola acara untuk adik tingkatnya. Inilah esensi project-based learning yang kami terapkan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa kurikulum OBE sejalan dengan kebijakan Kemendikbudristek yang mendorong perguruan tinggi mengubah paradigma pembelajaran agar mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kampus.
“Tuntutan kementerian sejak regulasi 2023 hingga pembaruan 2025 menekankan bahwa mahasiswa harus lebih banyak belajar di luar kampus. Kampus Merdeka juga merupakan bagian dari implementasi OBE,” tandasnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan dosen Manajemen Event FEB UNP Kediri, Dio. Ia menyebut bazar tersebut sebagai bentuk aktualisasi dari materi perkuliahan.
“Ini adalah aplikasi nyata dari apa yang telah dipelajari mahasiswa di kelas. Harapannya, setelah lulus, mereka siap terjun ke masyarakat, baik mengelola event di perusahaan maupun membuka event organizer sendiri,” katanya.
Ketua pelaksana kegiatan pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah menyukseskan acara, meski dilaksanakan di tengah masa libur akademik.
Dengan terselenggaranya Bazar Startup Street ini, Prodi Manajemen UNP Kediri menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga siap bersaing melalui pengalaman praktik nyata di lapangan.