KEDIRI, JP Radar Kediri – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri menyerahkan bantuan modal gerobak serta bantuan sosial kepada PKL yang terdampak relokasi Jalan Joyoboyo dan Jalan Patiunus pada Senin (29/12).
Bantuan ini diserahkan langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, saat apel pagi di Halaman Balai Kota Kediri. Didampingi Kepala Disperdagin Kota Kediri Moh. Ridwan, Vinanda menyerahkan bantuan modal berupa gerobak kepada 24 pedagang kaki lima (PKL) terdampak, sekaligus penyerahan bantuan sosial secara simbolis.
"Insya Allah nanti Bapak Ibu akan direlokasi di Pasar Banjaran. Lokasi di sana cukup luas dan strategis. Bapak Ibu jualannya pun juga lebih nyaman karena pembeli tidak perlu parkir di pinggir jalan yang dapat mengganggu lalu lintas," ujar Vinanda.
Mbak Vinanda, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa relokasi ke Pasar Banjaran bertujuan menjadikan kawasan tersebut sebagai sentra kuliner. Rencananya akan ditambahkan fasilitas hiburan agar pengunjung semakin nyaman, sekaligus menjadikan Kota Kediri semakin indah dan rapi. Nantinya, para PKL dijadwalkan mulai berjualan di Pasar Banjaran mulai pukul 14.00 WIB.
"Saya berpesan kepada Bapak Ibu penerima bantuan modal dan bantuan sosial untuk memanfaatkan bantuan sebaik mungkin. Nanti setelah berjualan di Pasar Banjaran, kebersihan juga harus diperhatikan. Berikan layanan terbaik agar pengunjung nyaman dan ingin kembali menikmati kuliner di Pasar Banjaran," pesannya.
Sementara itu, Kepala Disperdagin Moh. Ridwan menambahkan bahwa PKL tersebut akan berjualan di luar jam operasi pasar utama. "Jam operasi pasar ini pagi hingga siang hari. Lalu siang hingga malam kita manfaatkan untuk pemberdayaan PKL Jalan Joyoboyo dan Jalan Patiunus yang kemarin ditertibkan. Jumlahnya ada 24, dengan rincian 20 PKL di Jalan Patiunus dan 4 PKL di Jalan Joyoboyo. Penerima bantuan modal berupa rombong ada 24, lalu untuk bansos bagi yang kurang mampu ada 17 orang," terangnya.
Salah satu penerima bantuan gerobak, Triyo Warseno, merasa bersyukur atas bantuan tersebut. Berharap usahanya di Pasar Banjaran semakin laris, Triyo yang sehari-hari berjualan kopi dan makanan ini mengaku sempat berjualan di rumah setelah penertiban. "Alhamdulillah bersyukur. Semoga nanti semakin ramai. Setelah dibongkar kemarin saya berjualan di rumah," ujar pria yang sebelumnya mangkal di Jalan Patiunus tersebut.
Syafiardi, pedagang nasi padang asal Jalan Joyoboyo, juga mengungkapkan rasa syukurnya. Dia berharap proses pemindahan berjalan lancar. "Terima kasih Mbak Wali atas bantuan modal yang diberikan. Semoga di tempat baru nanti semua berjalan lancar seperti keinginan kami dan Pemerintah Kota Kediri," pungkasnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah