KEDIRI, JP Radar Kediri – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus kembali mengingatkan masyarakat pentingnya memilih bahan bakar bensin (gasoline) sesuai spesifikasi kendaraan. Edukasi tersebut disampaikan melalui kampanye “Kenali BBM Gasoline yang Tepat untuk Kendaraanmu”, menyusul masih banyaknya pengemudi yang belum memahami perbedaan kebutuhan oktan atau Research Octane Number (RON) pada mesin kendaraan.
Dalam unggahan resmi Pertamina, pemilihan BBM dianalogikan dengan penggunaan charger ponsel yang tidak sesuai tipe perangkat. Awalnya memang masih bisa dipakai, tetapi dalam jangka panjang membuat baterai boros dan merusak perangkat. “Hal yang sama berlaku pada kendaraan. Pemilihan BBM yang sesuai spesifikasi pabrikan akan mengoptimalkan performa mesin,” tulis Pertamina dalam keterangannya.
Pertamina memaparkan bahwa setiap kendaraan memiliki rasio kompresi berbeda, sehingga kebutuhan RON-nya pun tidak sama. Semakin tinggi kompresinya, semakin tinggi pula RON yang direkomendasikan agar pembakaran lebih sempurna dan mesin bekerja optimal.
Berikut rangkuman rekomendasi BBM sesuai kategori kendaraan:
Premium Car
Kompresi mesin 11:1 ke atas dan tahun produksi 2015 ke atas disarankan memakai RON 95–98. Produk Pertamina: Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo 98.
Contoh: BMW 3 Series, Mercedes-Benz C-Class, Lexus RX.
SUV (Sport Utility Vehicle)
Kompresi 10:1–11:1 untuk kendaraan 2012 ke atas, minimal RON 92–95.
Produk Pertamina: Pertamax 92, Pertamax 95.
Contoh: Honda CR-V, Toyota Fortuner, Honda HR-V.
MPV (Multi Purpose Vehicle)
Kompresi 10:1–11:1 dengan rekomendasi RON 92.
Produk Pertamina: Pertamax 92.
Contoh: Xpander, Toyota Avanza, Nissan Livina.
LCGC (Low Cost Green Car)
Kompresi 10:1–11:1 dengan rekomendasi RON 91–92.
Produk Pertamina: Pertamax 92, Pertamax Green 95.
Contoh: Daihatsu Ayla, Toyota Calya, Honda Brio.
Classic Car
Rasio kompresi 7:1–9:1 untuk kendaraan produksi 2012 ke bawah, cukup RON 90.
Produk Pertamina: Pertalite 90.
Contoh: Toyota Kijang, Suzuki Katana, Toyota Starlet.
Pertamina menjelaskan bahwa penggunaan BBM dengan RON tidak sesuai kompresi mesin dapat menimbulkan beberapa dampak, di antaranya: pembakaran tidak sempurna, mesin mudah knocking, konsumsi BBM lebih boros, performa kendaraan menurun, hingga potensi kerusakan komponen dalam jangka panjang.
Sebaliknya, penggunaan BBM sesuai anjuran pabrikan membuat mesin lebih awet, efisien, dan bertenaga. Pertamina mengajak pemilik kendaraan untuk kembali mengecek spesifikasi mesin dan rekomendasi RON dari buku panduan pabrikan. Informasi tersebut dapat menjadi acuan utama dalam memilih BBM yang tepat.
“Dengan memilih BBM yang sesuai kebutuhan mesin, kendaraan akan bekerja lebih optimal di setiap perjalanan. Kami mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai rekomendasi agar mesin tetap sehat dan efisien,” tulis Pertamina.
Kampanye edukasi ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam meningkatkan literasi energi serta mendukung mobilitas masyarakat yang lebih hemat dan ramah lingkungan.
Editor : Anwar Bahar Basalamah