KEDIRI, JP Radar Kediri – Warga Peduli Aids (WPA) se-Kecamatan Kota, Kota Kediri memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS), Rabu (10/12/2025). Aksi yang melibatkan ratusan kader WPA ini dipusatkan di depan Stadion Brawijaya Kediri.
Koordinator WPA se-Kota Kediri, Edy Santosa, mengatakan dalam kegiatan tersebut mereka membagikan sekitar 1.000 makanan ringan, balon, serta flyer edukasi tentang AIDS kepada pengendara yang melintasi Jalan Ahmad Yani Kota Kediri. "Aksi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang HIV AIDS," ujarnya.
Edy menambahkan bahwa aksi ini diikuti oleh ratusan kader WPA dari 17 kelurahan di Kecamatan Kota.
Kegiatan dibuka langsung oleh Camat Kota, Agus Suharyanto. Dalam sambutannya, Agus memberikan apresiasi kepada para kader WPA atas aksi nyata mereka bagi masyarakat. Ia juga berterima kasih kepada seluruh kader WPA se-Kecamatan Kota yang telah gencar melaksanakan sosialisasi dan edukasi.
"Luar biasa semangatnya dari teman-teman aktivis dan relawan yang tergabung dalam WPA ini. WPA merupakan elemen yang paling dekat dengan masyarakat, oleh sebab itu keberadaannya sangat penting sebagai garda terdepan penanganan kasus HIV AIDS," tegasnya.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang HIV AIDS. Mulai dari ciri-ciri, tindakan pencegahan, pendampingan, hingga cara menangani orang yang telah terpapar HIV AIDS.
"Dengan aksi ini, harapannya kasus HIV AIDS di Kota Kediri, khususnya di Kecamatan Kota, bisa ditekan," jelasnya.
Ke depan, pihaknya selaku pemerintah Kecamatan Kota siap bersinergi dengan memfasilitasi program-program WPA yang ada di kelurahan.
Dengan demikian, diharapkan peran dan fungsi WPA menjadi lebih luas. Program-program WPA diharapkan dapat disinergikan dengan program Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, yaitu program MAPAN.
"Kami upayakan semua segmen dan sektor bisa dimasuki oleh WPA, seperti sektor ekonomi kreatif dan sektor-sektor lainnya, sehingga peran WPA semakin aktif," ujar Agus.
Selain itu, Agus juga berencana membuat agenda lanjutan yang akan digelar secara rutin.
Dalam forum tersebut, akan dibahas permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan. Tujuannya agar terwujud sosialisasi dan edukasi yang lebih masif.
"Kita akan buat agenda lanjutan yang rutin, semacam Coffee Morning. Di situ, kendala para kader di lapangan bisa dipaparkan dan secara cepat juga bisa dicari solusi atau penyelesaiannya," tambahnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah