Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mampu Pikat Ribuan Penonton, Parade Cikar 2025 Sukses Jadi Sarana Hiburan, Edukasi, Pelestarian Sapi Lokal

Syaikhu Aliya Rahman • Senin, 1 September 2025 | 21:59 WIB
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, S.T. berbagi keceriaan saat mengikuti Parade Cikar 2025
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, S.T. berbagi keceriaan saat mengikuti Parade Cikar 2025

KEDIRI, JP Radar Kediri - Parade Cikar 2025 kembali digelar Bupati Hanindhito Himawan Pramana sebagai sarana mengenalkan warisan leluhur asli Kabupaten Kediri kepada generasi muda, Sabtu (30/8). Kini tak hanya menjadi event hiburan warga, namun juga sarana edukasi sekaligus wadah pelestarian sapi lokal.

Parade Cikar 2025 hadir dalam rangka menyemarakkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Digelar Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan sebagai wujud pelestarian transportasi tradisional khas pedesaan yang dulunya dipakai oleh masyarakat Kabupaten Kediri.

Cikar yang biasannya hanya dimanfaatkan sebagai alat transportasi ke sawah, kemarin ‘naik kelas’ lewat kreativitas para pengemudi cikar atau biasa dipanggil dengan sebutan bajingan. Tak ayal hiasan cikar yang unik dan menarik mampu memikat ribuan penonton yang memadati rute pawai.

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, S.T., mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyambut antusias hadirnya kembali event ini. Dia menyebut setiap tahunnya parade cikar terus membawa warna baru.

Edisi tahun ini berlangsung lebih meriah. Peserta kian meningkat dengan total 50 peserta. Dibanding tahun lalu yang berjumlah 41 peserta. Sekaligus dihadiri oleh tamu kehormatan dari komunitas cikar Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang menampilkan dua ekor sapi tunggang.

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, S.T. (empat dari kiri) didampingi Plt Kepala DKPP drh. Tutik Purwaningsih (kanan) dan tamu kehormatan berfoto bersama pemenang lomba.
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, S.T. (empat dari kiri) didampingi Plt Kepala DKPP drh. Tutik Purwaningsih (kanan) dan tamu kehormatan berfoto bersama pemenang lomba.

Dewi menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal. Kehadiran tamu kehormatan dari Klaten yang menunjukkan bahwa event ini semakin mendapat perhatian luas dari daerah lain.

Tak hanya menampilkan sisi budaya, Parade Cikar 2025 juga menjadi ajang promosi pelestarian sapi lokal jenis Peranakan Ongole (PO) yang digunakan sebagai tenaga penggerak cikar. Dengan adanya parade ini, diharapkan semakin banyak peternak yang terdorong memelihara sapi lokal untuk menjaga tradisi leluhur.

Sebagai bentuk kepedulian gizi masyarakat, panitia turut membagikan 1.500 butir telur rebus kepada warga menyaksikan parade. Telur rebus ini di-support Koperasi Produsen Peternak Unggas Kabupaten Kediri (KPPUK). Dibagikan kepada warga di sepanjang jalan pawai.

“Kegiatan ini sebagai wadah sosialisasi konsumsi produk peternakan yang mempunyai nilai gizi dan penurunan stunting,” ucap Dewi.

Salah satu peserta Parade Cikar 2025 menghias cikar dengan dekorasi yang unik dan menarik.
Salah satu peserta Parade Cikar 2025 menghias cikar dengan dekorasi yang unik dan menarik.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri drh. Tutik Purwaningsih mengungkapkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan parade ini tidak lepas dari sinergi dengan komunitas cikar yang semakin berkembang.

“Antusiasme terus meningkat, bahkan komunitas dari luar daerah mulai melirik untuk ikut serta. Kami juga rutin berdiskusi dengan para pemilik cikar terkait kesehatan ternak mereka, dari mulai konsumsi pakan, kebersihan kandang, hingga program vaksinasi sapi,” jelasnya.

Menurutnya, parade ini bukan hanya acara budaya, tetapi juga media komunikasi yang efektif antara pemerintah, peternak dan komunitas budaya lokal untuk bersama-sama menjaga warisan sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Cikar dimodifikasi dengan berbagai hiasan hingga ada pula yang mendekorasi dengan berbagai hasil bumi. Sebagian juga membawa makanan tradisional untuk dibagikan kepada penonton.

Plt Kepala DKPP drh. Tutik Purwaningsih membagikan telur rebus kepada warga sekitar yang menonton pawai.
Plt Kepala DKPP drh. Tutik Purwaningsih membagikan telur rebus kepada warga sekitar yang menonton pawai.

Parade Cikar yang sudah memasuki penyelenggaraan keempat ini digadang-gadang sebagai salah satu wisata budaya khas Kabupaten Kediri yang berbeda dengan daerah lain.

“Kami harap parade cikar semakin mengukuhkan Kabupaten Kediri sebagai daerah yang konsisten melestarikan budaya sekaligus memperkuat jati diri Kabupaten Kediri yang berbudaya,” pungkasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#cikar #Sarana #parade #hiburan #edukasi