Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetya. Dia mengetahui bansos tersebut disalurkan setelah warga penerima manfaat memberitahu petugas dinsos. “Mereka (penerima manfaat, Red) mengirim bukti terima dari rekening ke petugas kami,” ujar Paulus.
Untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) besarnya Rp 200 ribu. Selain BPNT, program yang juga cair pada Juni ini adalah program keluarga harapan (PKH). Khusus untuk PKH, nominal yang diterima sesuai dengan komponen.
“Ada tujuh komponen untuk PKH,” lanjut Paulus. Komponen tersebut adalah balita, ibu hamil, lansia, dan difabel. Kemudian untuk anak sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, dan terakhir adalah tingkat SMA sederajat.
Di Kota Kediri yang ditetapkan sebagai penerima bansos jumlahnya berkurang dari triwulan pertama. “Totalnya ada 18.445 orang. Triwulan sebelumnya 28.493 orang,” ungkap Paulus.
Lebih lanjut dia menjelaskan, penurunan jumlah penerima ini karena adanya pergantian dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) menjadi data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). Itu sesuai dengan kriteria penetapan penerima yang juga bertambah. Semula hanya 11 kriteria kini menjadi 39 kriteria.
Menurutnya, perubahan data ini bertujuan untuk memberikan data yang lebih terintegrasi dan akurat. Sehingga bantuan sosial pun dapat disalurkan tepat sasaran.
“DTSEN ini merupakan data yang dihimpun dari regsosek (registrasi sosial ekonomi, Red), DTKS, dan P3KE (pemetaan potensi pembangunan keluarga, Red),” imbuhnya.
Paulus mengaku, tidak mengetahui siapa saja yang menerima bansos tersebut. Sebab, yang menentukan diterima atau tidaknya langsung dari kementerian sosial. Sedangkan pihaknya mendapat tugas sebagai penyedia data.
“Siapa yang menerima dan apa saja kriterianya kami belum tahu. Karena permen atau juknis juga belum disosialisasikan,” terang Paulus saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.
Lalu bagaimana proses pencairannya? Paulus menyebut, dana bansos langsung masuk ke rekening keluarga penerima manfaat (KPM). Yakni melalui bank himbara (himpunan bank negara). Seperti Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).
Terakhir, dia mengimbau masyarakat agar turut melaksanakan fungsi pengawasan di lingkungannya. Tujuannya agar penerima bansos benar-benar orang yang membutuhkan dan sesuai kriteria. Tak hanya itu, adanya program pemberdayaan yang gencar dilakukan pemerintah sebaiknya juga dimanfaatkan dengan maksimal. “Sebab bansos hanya bersifat sementara. Sedangkan berdaya bisa selamanya,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian