Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harga Sayuran di Kediri Raya Berangsur Naik

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 6 Mei 2025 | 15:11 WIB
LARIS: Penjualan sayur di pasar tradisional  tetap ramai meski harga berangsur naik.
LARIS: Penjualan sayur di pasar tradisional tetap ramai meski harga berangsur naik.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Komoditas sayur mayur di pasar tradisional merangkak naik. Melesatnya harga sayur itu disebabkan karena stok yang ada terbatas.

Kenaikan sayur mayur itu terjadi merata di Pasar Kras, Kabupaten Kediri dan Pasar Pahing, Kota Kediri. 

Seperti Tiwi, 48, pedagang sayur di Pasar Kras mengatakan, kenaikan harga sayur itu sudah terjadi sejak satu minggu yang lalu. Terjadi secara bertahap.

“Mulai dari Rp 500 rupiah hingga Rp 2 ribu,” jelas perempuan asal Kecamatan Ringinrejo itu.

Stok yang semakin sedikit disebabkan karena faktor cuaca yang tidak menentu dan juga mempengaruhi kualitas sayuran yang dipanen. Lebih lanjut dia menjelaskan, harga yang melonjak tinggi ini memengaruhi jumlah penjualan di kiosnya. 

Yang biasanya dalam satu hari bisa terjual hingga 50 ikat. Kini maksimal hanya laku sekitar 30 ikat saja.

“Sayuran ini bukan kebutuhan pokok jadi ketika harga naik, masyarakat lebih memilih bahan masakan yang lain. Makanya penjualan sayur jadi berkurang,” imbuhnya.

Untuk diketahui, harga sayur yang cukup mahal saat ini adalah sayur bungkul. Harga per kilogramnya Pasar Pahing Kota Kediri sudah tembus Rp 23 ribu per kilogramnya.

Kemudian sayuran yang juga ikut naik adalah tomat. Sekarang harganya sudah Rp 18 ribu per kilogram. 

Sementara sayur lain seperti kangkung dibanderol Rp 2.500 per ikat. Dan sayur bayam Rp 3 ribu. Harga bayam naik 2 kali lipat dari sebelumnya. Dan sayur sawi yang kini dibanderol dengan harga Rp 3.500 yang sebelumnya hanya Rp 2 ribu per ikat.

Baca Juga: Perempuan Asal Desa Besuk Gurah Ini Kreasikan Kain Batik Bermotif Khas Kediri

Pantauan koran ini, memang banyak masyarakat yang mengurungkan niat untuk membeli sayur. Itu terjadi setelah mereka mengetahui harga sayuran yang cukup mahal. 

Sementara itu, Erna, pedagang Pasar Pahing mengatakan, sayur bungkul ini awalnya hanya 15 ribu per kg. Saat ini sudah naik menjadi Rp 23 ribu. Kenaikan itu diduga karena pasokan semakin berkurang tetapi permintaan naik. 

Sementara itu, Ratna selaku pembeli mengaku mengurangi jumlah belanjaannya. Jika biasanya dia tidak pernah absen membeli sayur sebagai pelengkap hidangan kini harus mengosong keranjangnya dari sayuran yang harganya semakin mahal.

“Kalau harga segitu lebih baik tidak dulu. Toh masih ada pilihan komoditas lain yang lebih menarik,” pungkas perempuan asal Kecamatan Pesantren itu.

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kediri raya #pasar kras #sayur mayur #pasar pahing #tomat #sayuran