KEDIRI, JP Radar Kediri - Harga komoditas kelapa di pasar tradisional melambung tak terkendali. Di Pasar Grosir Ngronggo, Kecamatan Kota, satu buah tembus Rp 20 ribu.
Erna, 48, pedagang kelapa di Pasar Ngronggo mengaku, kenaikan harga kelapa ini sangat drastis. Selama puluhan tahun berjualan, baru kali ini merasakan harga kelapa yang sangat mahal. “Baru ini kenaikannya sangat tinggi,” aku Erna.
Baca Juga: Umumkan Pemenang BRImo FSTVL 2024, Nasabah BRI Bawa Pulang Mobil BMW hingga Ribuan Tabungan Emas
Naiknya harga kelapa itu sudah terjadi selama satu bulan terakhir. Kenaikan harga kelapa itu terjadi karena stok yang dia punya semakin sedikit. Dia menyebut, sekarang ada kegiatan ekspor yang dilakukan oleh pemerintah sehingga mengurangi pasokan di tempatnya.
“Sekarang kelapa ini diekspor ke dua negara (Tiongkok dan Vietnam, Red). Akibatnya stok menjadi sedikit,” imbuhnya.
Baca Juga: Di Tengah Dinamika Ekonomi Global, BRI Catatkan Laba Rp13,8 triliun
Akibatnya harga kelapa semakin tak terkendali. “Di grosir saja sudah menyentuh angka Rp 20 ribu. Mungkin kalo di pengecer bisa mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu per biji,” tandasnya.
Kenaikan harga ini turut dirasakan oleh pedagang makanan dan minuman yang menggunakan bahan baku utama kelapa. Salah satunya adalah jito, penjual es putar.
Setiap hari dia membutuhkan 6-8 buah kelapa berukuran besar. Namun karena harga mahal, sekarang ini dia hanya memakai 5 biji kelapa saja.
“Komposisinya semula 8 kelapa dan 3 kaleng kental manis. Sekarang menjadi 5 kelapa dan 5 susu kental manis,” terangnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Baca Juga: PT SGN MKSO Kebun Dhoho Kediri Serap Ribuan Tenaga Kerja, Angkat Perekonomian Warga
Meski komposisinya berkurang, tidak memastikan cita rasa khas dari es puter itu sendiri tidak memudar. Rasanya tetapi manis dan sedikit asin. “Dari segi rasa tidak begitu berubah,” tandasnya.
Dia berharap agar harga kelapa bisa kembali stabil. Meskipun ada kegiatan ekspor seharusnya tidak memengaruhi stok yang ada di pasar. “Jangan sampai rakyat kecil yang dikorbankan demi memenuhi kebutuhan ekspor ke luar,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian