KEDIRI, JP Radar Kediri - Rameyza Tour & Travel memberangkatkan lagi rombongan umrah untuk September ini. Ada puluhan jemaah yang ikut berangkat ke tanah suci dari biro perjalanan umrah terbesar di Kediri Raya ini.
"Jumlah totalnya ada 36 jemaah yang kami berangkatkan kali ini," ujar Hj. Siti Maslihah, owner Rameyza Tour & Travel Kediri.
Sebelum berangkat, rombongan terlebih dulu berkumpul di Masjid Baiturrahman di Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Hampir seluruh jemaah diantar keluarga besarnya.
Mereka ikut mendoakan jemaah agar diberi kesehatan dan keselamatan selama melaksanakan ibadah umrah. "Semoga bapak ibu semua yang mengantarkan juga dilancarkan rezekinya sehingga bisa pergi umrah juga," sambung Hj. Maslihah.
Suasana haru mulai terlihat tatkala para jemaah berpamitan kepada seluruh keluarganya yang mengantar. Mereka seperti berat untuk berpisah selama beberapa waktu.
Tak sedikit dari mereka yang matanya berkaca-kaca. Air mata pengantar makin menetes deras kala bus yang mengangkut rombongan mulai bergerak berangkat menuju Bandara Juanda, Surabaya.
"Sesuai jadwal pesawat kami take off menuju tanah suci sekitar pukul 16.50," terang Maslihah.
Nantinya, rombongan umrah program 13 hari itu akan turun di Bandar King Abdul Aziz di Jeddah. Dari bandara tersebut, rombongan akan melanjutkan perjalanan darat menuju Kota Madinah.
"Kegiatan pertama jemaah nanti di tanah suci diawali dari Madinah," lanjut Maslihah. .
Di sana, tim dari Rameyza bersama mutawif telah menyiapkan segala rangkaian kegiatan. Mulai ibadah salat di masjid Nabawi, ziarah ke makam Rasulullah Muhammad dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang menjadi saksi dakwah rasulullah di kota tersebut.
"Semoga apa yang kami berikan bisa membuat jemaah betah dan nyaman selama melaksanakan perjalanan umrah," pungkas Maslihah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah