KEDIRI, JP Radar Kediri - PG Meritjan menggelar resepsi tebu manten dan tasyakuran musim giling 2024. Acara tersebut berlangsung sakral di dalam pabrik area Stamvloor PG Meritjan, Rabu (29/5). Sebelum acara dimulai, manten tebu diarak mengelilingi pabrik dan berakhir di tengah resepsi acara.
"Tasyakuran resepsi tebu manten ini dilaksanakan sebagai tradisi setiap menjelang giling tebu serta sebagai simbol rasa sukur dan doa," ujar General Manager PG Meritjan Herman S.H., M.H.
Tema yang diusung dalam tasyakuran buka giling kali ini yaitu Bersinergi Meraih Prestasi. Meliputi sinergi dengan semua pihak. Baik seluruh karyawan, masyarakat sekitar, petani, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder untuk sukses giling 2024.
Herman menegaskan, tantangan industri gula pada musim giling 2024 sangat berat. PG Meritjan sudah membuat formulasi dan persiapan matang. Sehingga siap memberi pelayanan terbaik kepada petani mitra. "Kami optimistis PG Meritjan bisa mencapai target yang sudah dicanangkan oleh kantor pusat," tegasnya.
Pada musim giling 2024, PG Meritjan akan menggiling tebu sebanyak 223.790,43 ton. Rendemen rata-rata 7,27 persen dengan hasil gula sebanyak 16.314,06 ton. "Kami akan melaksanakan start giling pada 22 Juni 2024 mendatang," tandas Herman.
Untuk diketahui, rangkaian selamatan buka giling PG Meritjan sudah berjalan sejak 29 April 2024 sampai 26 Juni 2024. Dengan diawali fun game karyawan, pasar malam, pertandingan sepak bola, tenis meja, bulu tangkis, salawat majelis rosho, swafoto, dan ziarah wali lima. "Besok malam (1 juni 2024, red) ada pagelaran wayang kulit semalam suntuk," bebernya.
Tidak berhenti sampai di situ, nanti pada Minggu (9/6) ada kesenian jaranan dilanjutkan kebaktian buka giling. Kemudian pada Minggu (16/6) digelar jalan sehat gratis berhadiah untuk masyarakat umum.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah