MADINAH, JP Radar Kediri - Hari terakhir di Madinah menjadi hari penuh perjuangan bagi jemaah umroh Rameyza. Mereka nyaris saja kehilangan kesempatan berdoa di Raudhah andai tidak sabar menunggu antrean.
Arab Saudi menerapkan aturan satu kelompok hanya punya satu kesempatan untuk bisa salat di dalam Raudhah.
Para jemaah pun sempat berpikiran mereka tidak akan bisa masuk ke Raudhah mengingat waktunya yang menipis menjelang salat Subuh.
Pagi itu rombongan Rameyza dijadwalkan masuk ke Raudhah pukul 02.30 waktu Madinah. "Agar tidak terlambat kami sepakat jam 02.00 sudah di Masjid Nabawi," terang Ustad Tofan, Tour Leader Rameyza Tour & Travel.
“Sampai di kawasan Raudhah, antrean jemaah yang mau masuk padatnya luar biasa. Bahkan kami didatangi petugas dan mengatakan bahwa jam 05.00 antrean akan ditutup,” imbuhnya.
Menit pun berlalu terasa cepat. Hingga jarum jam sudah menunjukkan pukul 04:21, waktu tinggal setengah jam. Tapi, tidak ada tanda-tanda rombongan bakal bisa masuk pagi itu. KH. Abdul Wachid Badrus yang ikut mendampingi menenangkan para jemaah.
"Sabar, ikhlas nggih... apapun akan terjadi jika Allah sudah berkehendak. Termasuk bisa masuk ke dalam (Raudhah, Red)," kata Gus Wachid memberi semangat para jemaah.
Tiba waktunya tersisa dua rombongan lagi yang belum masuk. Ada rombongan dari Uzbekistan dan juga rombongan Rameyza. Luarr biasa! Kuasa Allah datang. Di menit akhir rombongan Rameyza diizinkan untuk mengantre masuk ke dalam Raudhah.
"Subhanallah kami pernah umroh sebelumnya, tapi belum pernah merasakan sholat di Raudhah lebih dari 10 menit. Tapi hari ini, kami bisa salat Subuh berjamaah juga," kata Muhammad Saiq, salah satu jemaah.
“Alhamdulillah kami pun masuk ke antrean di mana kami sudah pasti akan masuk hanya tertunda menunggu giliran saja,” ucapnya lagi.
KH Abdul Wachid Badrus pun tak henti-hentinya membimbing jemaah agar berdoa khusyuk selama di Raudhah. Setelah satu jam lebih, mereka kemudian baru keluar. "Ini benar-benar pengalaman langka, tidak semua jemaah punya kesempatan seperti rombongan kami," kata Hj. Siti Maslihah, Owner Rameyza.
Selanjutnya rombongan pulang kembali ke hotel dengan hati yang gembira.
Mereka juga berdoa agar keluarga, saudara dan teman segera diberi kesempatan untuk ke Tanah Suci.
Editor : Anwar Bahar Basalamah