Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

RSUD Kabupaten Kediri Bangun Gedung Berstandar KRIS-JKN Penunjang UHC

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 8 Januari 2024 | 22:42 WIB
CEK KESIAPAN: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat meninjau progres pembangunan gedung baru RSUD Kabupaten Kediri berstandar KRIS-JKN. (Foto: Pemkab Kediri untuk JPRK)
CEK KESIAPAN: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat meninjau progres pembangunan gedung baru RSUD Kabupaten Kediri berstandar KRIS-JKN. (Foto: Pemkab Kediri untuk JPRK)

KEDIRI, JP Radar Kediri - Selain pelayanan, unsur lain yang terus RSKK genjot adalah pembangunan fisik rumah sakit. Gatut mengatakan, pembangunan fisik ini terus dilakukan untuk memfasilitasi kebutuhan kenyamanan pasien dalam berobat. Sesuai dengan keinginan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana untuk memberi pelayanan prima dalam implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kediri akhir tahun lalu berhasil meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pemkab Kediri berhasil mencatatkan 96 persen penduduknya yang tercover jaminan kesehatan nasional. Berjumlah 1.607.772 jiwa dari total 1.674.818 jiwa penduduk di Kabupaten Kediri.
Selaras dengan capaian itu, RSKK terus berupaya meningkatkan fasilitas pelayanan dengan menambah gedung baru.

Pembangunan gedung mencakup tiga tower berstandar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satu fungsi utamanya untuk menambah ruang rawat inap bagi pasien. Utamanya pasien BPJS kesehatan.

“Pembangunan gedung salah satunya untuk menunjang capaian UHC yang berhasil dicapai Pemkab Kediri,” ucapnya.
Satu tower atau gedung A kini sudah mencapai tahap pembangunan 97 persen.

Sehingga direncanakan tak lama lagi akan dilakukan launching gedung. Gedung tersebut akan dapat menampung setidaknya 115 pasien rawat inap. Dengan kapasitas 28 ruangan. Masing masing ruangan hanya akan diisi empat bed atau ranjang pasien. “Sehingga nantinya pasien BPJS kelas 3 bisa merasakan ruangan layaknya kelas 1 yang ruanganya nyaman dan lapang. Ini akan membantu menstimulus pasien untuk sembuh lebih cepat,” ungkapnya.

Dalam progresnya, RSKK juga telah melaunching pelayanan poliklinik sore. Terobosan pelayanan ini bertujuan untuk membantu pasien yang tidak sempat mengakses layanan medis di waktu jam kerja reguler karena kesibukan dan keterbatasan waktu lainnya. Layanan yang beroperasi 1 Agustus lalu sukses mendapat respon positif masyarakat. Serta menjadi pioner bagi rumah sakit dan puskesmas di dalam dan luar Kabupaten Kediri.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #rsud #bupati #MAS