KEDIRI, JP Radar Kediri – Memiliki orang tua yang kondisi kesehatannya tidak sebaik dulu, Achmad Nursamsudin bersyukur telah mendaftarkan dirinya dan anggota keluarganya dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Menurut pria 41 tahun ini, terdaftar dalam Program JKN adalah sebagai perlindungan kesehatan. Selain memudahkan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, Achmad tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan ketika berobat.
“Program JKN ini memudahkan kami mendapatkan pelayanan kesehatan. Tidak khawatir kalau berobat, karena dengan JKN kami berobat tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun,” ucapnya.
Warga Kabupaten Kediri ini menceritakan pengalamannya saat orang tuanya, yaitu ayahnya harus menjalani perawatan rawat inap di rumah sakit. Ia menyebut, ayahnya yang kini berusia 73 tahun sudah dua kali menggunakan JKN untuk perawatan rawat inap di salah satu rumah sakit di Kabupaten Kediri.
“Saya pernah menggunakan JKN untuk berobat, tepatnya untuk perawatan orang tua saya. Ayah saya, Sukidi, sudah dua kali menggunakan JKN ini untuk rawat inap,” ujar Achmad.
Pertama, Achmad mengatakan, ayahnya mengeluh kesakitan saat buang air kecil. Setelah dibawa ke Fasilitas Kesehatan, dokter mengharuskan untuk segera dilakukan operasi. Bersyukur, di hari berikutnya ayahnya sudah mendapatkan kepastian untuk jadwal operasi.
“Ayah itu kesulitan buang air kecil, dan merasakan kesakitan. Akhirnya saya bawa ke dokter untuk diperiksa. Ternyata disana dokter bilang harus segera operasi. Alhamdulillah tidak perlu waktu lama, ayah dapat jadwal kapan tindakan operasi. Dan alhamdulillah juga operasinya berjalan lancar. Sekarang ayah sudah sembuh,” terangnya.
Pada pengalaman kedua menggunakan JKN, ayah Achmad mengalami gejala Stroke sedang. Sama seperti sebelumnya, Sukidi mendapatkan pelayanan rawat inap, namun tidak sampai menjalani operasi. Achmad mengaku, selama perawatan di rumah sakit menggunakan JKN, ayahnya mendapatkan pelayanan yang bagus.
“Kemudian ayah juga pernah sempat mengalami gejala Stroke sedang. Tetapi saat itu tidak sampai operasi. Alhamdulillah di pengalaman kedua ayah rawat inap ini juga mendapatkan pelayanan yang bagus dari rumah sakit. Meskipun pakai JKN, tidak mengecewakan,” jelasnya.
Tidak hanya itu, seluruh perawatan ayahnya di rumah sakit tidak dikenakan biaya tambahan. Achmad menyebut, mulai dari rawat inap, obat-obatan yang harus dikonsumsi ayahnya, sampai dengan kontrol seluruhnya ditanggung Program JKN.
“Selain dapat pelayanan yang baik, kami juga tidak mengeluarkan biaya tambahan. Semuanya ditanggung bahkan sampai sehat, kontrol juga ditanggung JKN. Saya dan keluarga merasa terbantu sekali dengan adanya JKN ini,” ucapnya.
Sebagai segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/ mandiri kelas 3, Achmad mengaku tidak keberatan untuk membayar iuran rutin setiap bulan. Dengan kondisi kesehatan keluarga yang tidak menentu, Achmad merasa memiliki JKN itu sangat penting.
“Punya JKN itu penting sekali. Meskipun harus membayar iuran rutin setiap bulan, tidak ada ruginya. Apalagi ketika mendadak sakit. Seperti ayah saya, ternyata membutuhkan pelayanan kesehatan sampai operasi. Tidak hanya rawat inap, obatnya, sampai kontrol juga dijamin. Seandainya tidak pakai JKN mungkin akan kesulitan untuk biayanya,” ujarnya.
Oleh karena itu, Achmad menghimbau kepada masyarakat yang belum terdaftar JKN agar segera mendaftar. Menurutnya, biaya kesehatan saat ini tidak murah, sehingga tidak ada ruginya memiliki JKN. Tidak lupa Achmad juga mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan atas pelayanan kesehatan yang diterima keluarganya.
“Bagi yang belum punya JKN, ayo segera daftar. Kalau mendadak sakit dan harus operasi pasti biayanya tidak sedikit. Saya mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menanggung semua biaya pelayanan kesehatan keluarga saya. Terima kasih juga untuk rumah sakit atas pelayanan yang diberikan. Semoga selalu amanah dan semakin sukses,” pungkas Achmad.
Editor : Anwar Bahar Basalamah