Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tim Abmas ITS Kenalkan Mesin Stripping dan Alat Tenun Otomatis, Manfaatnya untuk Mengolah Serat Daun Nanas

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 28 November 2023 | 18:15 WIB
KOLEKTIF: Tim Dosen Abmas dan KKN Tematik ITS berfoto bersama di area tempat pengolahan limbah daun nanas Desa Bedali, Ngancar (14/11).
KOLEKTIF: Tim Dosen Abmas dan KKN Tematik ITS berfoto bersama di area tempat pengolahan limbah daun nanas Desa Bedali, Ngancar (14/11).

KEDIRI, JP Radar Kediri– Tim Dosen Pengabdian Kepada Masyarakat (Abmas) bersama Mahasiswa KKN Tematik Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) kembali mengunjungi Desa Bedali, Ngancar Selasa (14/11). Kunjungan dalam rangka tindak lanjut program implementasi teknologi tepat guna (TTG) pengolahan limbah daun nanas tak terpakai.

Dosen Departemen Teknik Kimia Industri Fakultas Vokasi Prof Dr Ir Soeprijanto, M.Sc menjelaskan, kunjungan tim merupakan lanjutan. Yaitu untuk melengkapi sejumlah alat atau mesin pengolah serat. Kali ini, alat yang diuji coba adalah mesin stripping dan alat tenun otomatis. Mesin stripping berfungsi sebagai alat pengurai tahap akhir untuk menguraikan gumpalan serat menjadi serat individu.

“Dari mesin ini serat yang sudah lumayan halus akan lebih halus lagi untuk menjadi benang dari serat nanas,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Kajian Teknologi Tepat Guna ITS.

Photo
Photo

Dalam prosesnya, pemisahan kulit nanas akan dikupas dengan alat bernama decorticator. Kemudian serat akan diurai ke dalam mesin opening untuk membuka gumpalan serat agar lebih halus. Selat selanjutnya diurai mengunakan stripping untuk menghasilkan benang.

“Kami juga sediakan alat tenun otomatis untuk pengembangan produk tekstil atau komposit berkualitas dan bernilai jual tinggi,” ucapnya.

Dengan pelengkapan mesin pengurai ini, ke depan tim akan melanjutkan program yang lebih aplikatif. Yakni mengajak masyarakat mengikuti pelatihan penggunaan mesin dan potensi pengembangan. Seperti pembuatan kerajinan tangan dan produk tekstil.

Sementara, Sekertaris Kelompok Tani Mukti Desa Bedali Tri Waluyo mengaku terbantu dengan progam pengabdian ini. Dia berharap program yang berjalan bisa memberi manfaat dan dapat membantu membuka banyak lapangan kerja. Khususnya di Desa Bedali. “Semoga Desa Bedali nantinya dikenal sebagai desa tenun serat nanas,” harapnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah