KEDIRI, JP Radar Kediri– Sebanyak 153 siswa gabungan pengurus OSIS, MPK, dan 23 unit ekstrakurikuler (ekskul) SMKN 2 Kota Kediri menggelar latihan dasar kepemimpinan (LDK) kemarin. Acara yang dimulai sekitar pukul 08.30 di aula sekolah menengah kejuruan, Jl Veteran, Mojoroto, Kota Kediri itu berlangsung interaktif. Para pelajar dari berbagai jurusan di SMK favorit tersebut menyimak dengan antusias. Tim dari Jawa Pos Radar Kediri (JPRK) hadir sebagai pemateri.
“Menghadapi dunia kerja nanti tak hanya dibutuhkan kompetensi. Namun juga kemampuan soft skill. Di antaranya tentang kepemimpinan,” ujar Kepala SMKN 2 Kota Kediri Zamroji M.Pd dalam sambutannya sebelum membuka acara.
Bekal soft skill itulah, menurutnya, yang dibutuhkan peserta LDK dalam mengelola OSIS, MPK, dan ekstrakurikuler. Sehingga mampu mewujudkan program kegiatan yang telah direncanakan.
Kemampuan soft skill ini berbeda dengan kompetensi layaknya hard skill yang bisa diukur. Seperti keterampilan mendesain grafis misalnya. Itu dapat dipelajari di sekolah. Apalagi kini banyak diunggah di media sosial dan ditayangkan di Youtube, Tiktok. “Sehingga mudah dilihat dan dipelajari,” terang kepala sekolah yang kemarin didampingi Waka Kesiswaan SMKN 2 Kota Kediri M. Safiqurrahman.
Namun untuk soft skill tidak ada. Tidak banyak ditunjukkan apalagi diajarkan. Kalaupun ada hanya berupa teori. Tidak bisa secara langsung berbagi pengetahuan dan pengalaman. Misalnya soal komunikasi, kerja sama tim, menyelesaikan masalah, adaptasi (menyesuaikan diri dengan lingkungan baru), dan kepemimpinan. “Termasuk bagaimana kita bersikap dan berperilaku dengan teman di sekolah. Ini tidak ada pelajarannya. Nah pengalaman (soft skill) itulah yang bisa kita peroleh melalui kegiatan LDK,” tutur Zamroji.
Selain kompetensi, ia menilai, soft skill juga menjadi bekal penting ketika anak didiknya memasuki dunia kerja kelak. Terbentuknya jiwa kepemimpinan pada alumni SMKN 2 Kota Kediri bisa menjadi pembeda dengan lembaga pendidikan yang lain. “Manfaat mengikuti kegiatan organisasi di sekolah mungkin tidak langsung kalian rasakan saat ini. Tetapi nanti, yakinlah dengan bekal pengalaman itu serta sikap kepemimpinan, kalian akan menang menghadapi persaingan di dunia kerja,” urai Zamroji.
Sementara itu, Endro Purwito, narasumber dari tim JPRK, memaparkan materi mengenai tokoh-tokoh pemimpin, tipe, gaya, dan karakter kepemimpinan, kepemimpinan progresif serta leadership journalistic. Sejumlah peserta LDK yang tertarik langsung melontarkan pertanyaan.
Seperti Amalia, siswi kelas XI SMKN 2 Kota Kediri misalnya. Ia menanyakan, apakah fixed mindset dapat diubah menjadi growth mindset. Kemudian, Iqbal Nurzaki, juga dari kelas XI, tertarik masalah dualisme kepemimpinan dalam satu organisasi. Lalu, Intania, dari kelas yang sama, bertanya bagaimana menjadi pemimpin yang karismatis. Setelah Endro menyampaikan penjelasannya, acara berakhir sekitar pukul 10.30. Editor : Anwar Bahar Basalamah