Pertama Ajukan SK Desa Wisata, Pemdes Joho bersama PPKO Himaptika UNP Sambut Tim Visitasi 7 OPD

Anwar Bahar Basalamah • Dipublikasikan Senin, 30 Oktober 2023 | 19:27 WIB
KOMPAK: Tim PPKO Himaptika UNP Kediri bersama Pemdes Joho dan jajaran tim visitor desa wisata berfoto usai melakukan tinjauan lapangan.
KOMPAK: Tim PPKO Himaptika UNP Kediri bersama Pemdes Joho dan jajaran tim visitor desa wisata berfoto usai melakukan tinjauan lapangan.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Upaya Program Penguatan Kapasitas Ormawa (PPKO) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himaptika) UNP Kediri bersama Tim Desa Wisata (Dewi) Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri dalam menguatkan legalitas hukum pengelolaan Desa Wisata Joho akhirnya berbuah manis. Pengajuan Surat Keputusan (SK) Bupati yang sebelumnya diajukan pada 11 September lalu telah mendapat respons positif dari Pemkab Kediri.

Pengajuan itu telah mendapat tindak lanjut dari OPD terkait. Melalui kegiatan visitasi yang berlangsung pada 19 September lalu. Visitasi dilakukan oleh tim yang tergabung dari 7 dinas. Meliputi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Pemerintah Kabupaten Bagian Hukum, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. “Desa Wisata Joho menjadi desa yang pertama kali mengajukan SK Bupati. Sekaligus lokasi visitasi pertama yang dikunjungi tim dari Pemkab Kediri,” ucap Ketua Tim PPKO Himatika UNP Kediri Sephia Rahayu Purnama.

Pengajuan penetapan SK Bupati terkait Desa Wisata bertujuan menguatkan hubungan Desa Wisata Joho dengan jajaran dinas terkait. Terlebih Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Pengajuan SK menjadi langkah lanjutan dalam pengelolaan dan pengembangan desa wisata yang mengacu pada Peraturan Bupati (Perbub) Kediri Nomor 75 Tahun 2022 tentang Desa Wisata. Hingga saat ini, rerata desa wisata masih mengantongi SK dinas

“Dengan adanya legalitas SK Bupati, semoga desa wisata di Kabupaten Kediri bisa lebih terurus dan meningkatkan hubungan baik dengan pemerintah daerah. Sehingga wisata di Kabupaten Kediri dapat kembali bangkit setelah sempat terpuruk di masa pandemi Covid beberapa tahun lalu,” harapnya.   

Kegiatan visitasi dilakukan untuk langkah verifikasi persyaratan, penilaian sejumlah program mulai dari paket wisata beserta bentuk wisata yang ditawarkan beserta potensinya. Kegiatan juga meliputi simulasi dan implementasi program penerapan paket desa wisata. Praktik simulasi dilakukan di beberapa titik lokasi di Desa Wisata Joho. Desa Wisata Joho menawarkan pariwisata berbasis kearifan lokal. Ini selaras dengan program unggulan PPK Ormawa Himaptika. Yakni Hyperlocal Tourism Hub dengan tagline “Hype Ur Local”. Ke depan Desa Wisata Joho juga akan melaunching Sentra Pariwisata di Pendopo Area 0 km Joho. “Mulai dari peninjauan ke sentra budidaya ternak sapi perah, edukasi budidaya lebah, area greenhounse, hingga praktik memainkan alat musik dan permainan tradisional,” jelasnya.

Terpisah Aditama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Husni Mubarok menerangkan, desa wisata di Kabupaten Kediri masih belum ada yang mengantongi SK Bupati. Karena memang secara regulasi Perbup baru kami terbitkan per September 2022. Desa Joho yang pertama kali mengajukan. Alhamdulillah inisiatif ini menjadi inspirasi untuk desa wisata yang lain untuk berbondong-bondong mengajukan. Selamat kepada teman-teman ditunggu saja SK-nya,” paparnya.

Editor : Anwar Bahar Basalamah