KEDIRI, JP Radar Kediri - Keterbatasan siswa tunanetra dalam praktik belajar, khususnya matematika mendapat perhatian khusus Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri. Hal ini mendorong tim untuk merancang media belajar kreatif.
Hasilnya, lima mahasiswa PKM-RSH UNP Kediri berhasil menciptakan media pembelajaran matematika multifungsi Magical Braille Box (MiBox).
Mereka adalah Ketua Tim Warta Sudarmawan Prodi Pendidikan Matematika. Bersama empat anggota tim Ahmad Nur Auliya’ dari Prodi Pendidikan Matematika, Yorda Aditya Pangestu dari Prodi Pendidikan Matematika, Olivvia Antoni dari Prodi Bimbingan Konseling dan Ilham S.M Prodi Pendidikan Matematika. Program ini dibimbing oleh Dr. Aan Nurfahrudianto, M.Pd selaku dosen pembimbing tim. Implementasi praktik media pembelajaran dilakukan bersama sejumlah siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Raharja Sejahtera, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Kamis (12/10).
“MiBox kami rancang untuk memudahkan teman-teman tunanetra bisa belajar matematika secara asyik dan efektif. Melalui alat ini, kami harap siswa bisa lebih kreatif terutama dalam mengembangkan kecerdasan motorik mereka. Sehingga mereka menjadi betah dan lebih termotivasi untuk belajar, khususnya mata pelajaran matematika,” ucap Ketua Tim PKM-RSH UNP Kediri Warta Sudarmawan.
MiBox merupakan suatu alat atau media bantu pembelajaran berbentuk kubus atau box yang setiap sisinya berlapis kayu. Uniknya, alat ini memiliki bermacam fungsi untuk membantu siswa tunanetra belajar matematika. Fungsi yang pertama adalah memudahkan siswa belajar geometri. Siswa diajak untuk menebak sejumlah bentuk geometri yang berkaitan dengan bangun ruang (tiga dimensi). Seperti balok, kubus, tabung dan limas.
“Ini seperti mainan puzzle. Jadi siswa bisa bermain menebak bentuk dan memasukkannya ke lubang yang sesuai,” terang Warta.
Fungsi lain dari alat ini adalah mempermudah siswa dalam belajar matriks dan operasi aritmatik pada matriks. Siswa bisa menyusun simbol atau bilangan dalam baris yang sudah dimodifikasi pada alat bantu baca dan tulis braille. Kelebihan alat ini terletak pada efisiensi pengerjaan. MiBox dirancang secara otomatis membentuk notasi baris. Sehingga siswa tidak perlu lagi membaca dan menulis dengan membalik alat braille. Siswa juga tidak perlu lagi memakai kertas untuk alat bantu yang bisa menguras waktu belajar.
“Fungsi terakhir adalah mempermudah siswa dalam menebak. Karena MiBox sudah dilengkapi dengan audio untuk memudahkan siswa melalui media dengar. Ketika bermain puzzle, alat secara otomatis meneranghkan nama, ciri-ciri keliling dan luas bangun ruang. Alat braille juga bisa dimodifikasi lebih luas dengan menambah media MiBox yang lain,” terangnya.
Implementasi program turut dihadiri Kepala Program Pendidikan (Kaprodi) Pendidikan Matematika Dr. Aprilia Dwi Handayani, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, kaprodi yang akrab disapa April ini mengapresiasi program tim mahasiswa. Dia berharap, karya kreatif mahasiswa bisa menjadi alat bantu belajar yang menyenangkan siswa. Siswa menjadi lebih terdorong untuk terus belajar mengembangkan ilmuannya. Serta memiliki kebermanfaatan lebih sebagai alat bantu bagi anak berkebutuhan khusus.
Sementara itu, Kepala SLB Raharja Sejahtera Renny Kusuma Wardhani, S.Pd mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Dia mengapresiasi PKM-RSH UNP Kediri karena berhasil menciptakan alat yang memang sangat dibutuhkan oleh sekolah ke depannya. Dari berbagai program mahasiswa sebelumnya, PKM-RSH UNP Kediri menjadi tim yang peka dengan kebutuhan sekolah.
Apalagi saat ini siswa memasuki kurikulum merdeka belajar. Yang implementasinya lebih mengedepankan pola belajar kreatif dan inovatif. “Terima kasih sudah berkolaborasi dengan kami. Semoga alat ini dapat membantu siswa belajar lebih kreatif dan ceria,” pungkasnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah