KEDIRI, JP Radar Kediri – Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) IIK Bhakti Wiyata Kediri melakukan analisis transisi pembelajaran mandiri kepada mahasiswa keperawatan dari dalam jaringan (daring) ke luar jaringan (luring) dalam kasus peralihan pascapandemi Covid 19. Penelitian dilakukan di sejumlah kampus wilayah Kota/Kabupaten Kediri, Tulungagung dan Blitar. Kegiatan ini dimulai pertengahan Juni sampai akhir Oktober 2023.
Pandemi Covid-19 memberikan dampak serius terutama pada sektor pendidikan. Terlebih tingkat perguruan tinggi negeri maupun swasta. Pembatasan pertemuan di kampus saat itu beralih ke daring. Transisi metode pembelajaran daring ini secara tidak langsung memberi banyak dampak pada mahasiswa dan instansi pendidikan.
Pembelajaran mandiri merupakan metode pendekatan pembelajaran yang terbukti penting dalam proses belajar mengajar di masa pandemi. Namun fakta setelah Covid-19 perlu adanya eksplorasi akademik. Pasalnya, sejumlah problem baru bisa saja muncul saat perubahan pembelajaran daring menjadi hybrid di fenomena pendidikan saat ini. Transisi pembelajaran ini tentunya akan menjadi masalah yang berdampak pada pencapaian hasil pembelajaran setelah peralihan adaptasi dari daring ke luring.
Berangkat dari hipotesa ini, peristiwa pandemi Covid-19 yang terjadi di tahun 2020 silam mendorong Tim PKM-RSH IIK Bhakti Wiyata Kediri melakukan sejumlah analisis. Analisis terkait dampak apa saja yang terjadi akibat transisi yang terjadi pada mahasiswa keperawatan. Terutama pada program pembelajaran mandiri.
Tim PKM-RSH IIK Bakti Wiyata Kediri terdiri dari Novia Febriyanti (S1Keperawatan 2022), Astari Dania Mava’aza (S1 Keperawatan 2022), Atika Yon Saputri (S1 Keperawatan 2022), Romaulina Shihaloho (S1 Keperawatan 2020), dan Selfie Nofita Sari (S1 Keperawatan 2020). Dengan dosen pembimbing penelitian Yohanes Andy Rias., M.Kep.,PhD.
Tim berhasil mengungkap adanya sejumlah dampak yang muncul dalam transisi pembelajaran mandiri selama pandemi Covid-19. Metode pembelajaran mandiri atau self-directed learning (SDL) merupakan pembelajaran yang dimulai dan mengevaluasi diri sendiri. Pembelajaran mandiri telah digunakan secara luas sebagai pembelajaran pedagogis di era pendidikan saat ini termasuk di pendidikan keperawatan. Dalam penerapan metode pembelajaran mandiri ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi efektivitas dari metode pembelajaran mandiri itu sendiri.
Faktor tersebut di antaranya adalah motivasi akademik, mindfullnes, dan optimisme. Namun dengan adanya studi yang dilaporkan untuk menentukan hubungan antara motivasi akademik, mindfullnes (kesadaran penuh), dan optimisme tetap dipelajari khususnya pada mahasiswa keperawatan.
Terlebih metode pembelajaran mandiri merupakan salah satu metode yang banyak digunakan pada saat pandemi dengan cara daring. Hal ini menjadi satu unsur kebaruan (novelty) dan kontribusi positif dari penelitian ini.
“Transisi didefinisikan sebagai sebuah perjalanan dari suatu keadaan yang cukup stabil ke keadaan yang lain. Merupakan proses yang terjadi akibat dari sebuah perubahan. Dalam pendidikan akademis keperawatan teori transisi digunakan dalam pengembangan metode pendidikan yang baru dalam meningkatkan pengetahuan,” ucap Astari Dania di Kampus IIK Bhakti Wiyata Kediri, Jumat (1/9).
Lebih jauh, menurut Astari, teori transisi juga digunakan di dalam proses perubahan metode pendidikan yang sebelumnya dengan cara luring menjadi daring maupun campuran (hybrid). Dalam ranah keperawatan, transisi model pendidikan di mahasiswa keperawatan terjadi tanpa persiapan untuk peran baru dan pengetahuan yang memadai tentang pembelajaran daring.
Novia Febriyanti menambahkan, profesi keperawatan terus berubah dan berkembang. Strategi pembelajaran dalam pendidikan keperawatan harus diperbarui untuk mempersiapkan mahasiswa keperawatan menghadapi tantangan kesehatan. Terutama setelah terjadinya pandemi Covid-19 yang dituntut harus lebih maju dan berkembang.
Penelitian ini akan mendefinisikan serta mengartikulasikan elemen transisi sebagai konsep inti keperawatan. Mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara elemen-elemen ini dan membahas proses transisi untuk mahasiswa keperawatan dari daring ke luring dengan faktor-faktor yang memengaruhi proses pembelajaran mandiri bagi mahasiswa keperawatan.
“Poin utama dari penelitian ini adalah kondisi pribadi yang dapat memengaruhi proses transisi dari metode pembelajaran mandiri. Di antaranya adalah faktor motivasi akademik, mindfullnes, dan optimisme dari mahasiswa keperawatan,” papar Novia.
Editor : Anwar Bahar Basalamah