Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

PKM-RSH 2023 IIK Bhakta Teliti Nilai Kepuasan Bimbingan Akademik Mahasiswa Keperawatan, Ini Hasilnya

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 4 Oktober 2023 | 20:46 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Tender Pratama IIK Bhakti Wiyata Kediri 2023 melakukan penelitian nilai major satification (kepuasan) bimbingan akademik mahasiswa keperawatan, Senin lalu (4/9). Penelitian mengacu pada beberapa faktor. Meliputi stereotipe gender, tingkat spiritualitas dan persepsi patriarki dalam lingkungan kampus.

Penelitian dilakukan oleh tim mahasiswa prodi S1 Keperawatan. Mereka adalah Azarine Carissa Chavvah Areta, Muhammad Rafi Firdaus, Riski Nuril Hasanah, Sindi Wulandari, Levina Novaisniati. Dengan dosen pendamping Yohanes Andy Rias.,M.Kep.,PhD.

Penelitian bertujuan mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor seperti stereotipe gender, tingkat spiritualitas, dan persepsi patriarki dapat memengaruhi tingkat kepuasan mahasiswa keperawatan terhadap bimbingan akademik mahasiswa terima.

Photo
Photo

“Terdapat asumsi nilai stigma dan pemahaman yang keliru di kalangan masyarakat tentang profesi keperawatan. Terkhusus perawat laki-laki yang menjadi minoritas di profesi keperawatan. Sedangkan mayoritas dunia keperawatan saat ini adalah perempuan. Hal ini mencetus anggapan bahwa perawat laki-laki tidak bisa memberikan pelayanan sepadan dengan pelayanan yang diberikan oleh perawat perempuan. Sehingga disimpulkan bahwa pentingnya peningkatan nilai kepuasan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa keperawatan,” kata Riski seusai melakukan penelitian.

Dari beragam stigma yang beredar, justru tak sedikit contoh perawat laki-laki sukses mengembangkan karis profesinya di seluruh Indonesia. Data tersebut menjadi sebuah gambaran perawat laki-laki juga bisa dan mampu menjadi seorang perawat yang berkompeten. Meskipun dunia keperawatan memiliki karakteristik sebagai seseorang yang penuh kepedulian dan rasa kasih sayang, bukan berarti laki-laki minim kepedulian dan kasih sayang kepada pasien yang mereka rawat.

Tim melakukan wawancara perwakilan mahasiswa keperawatan. Hasil wawancara ditemukan sejumlah mahasiswa tidak setuju dengan perbedaan stereotipe gender dan patriarki yang berkembang di masyarakat.

Menurut sejumlah koresponden, perawat laki-laki dan perempuan tidak ada bias gender. Keduanya bisa melakukan tupoksi masing-masing. Perawat perempuan juga bisa menyuarakan pendapatnya secara bebas dan begitu sebaliknya. Perawat laki-laki dan perempuan dapat berkolaborasi secara kolektif memberikan pelayanan perawatan kepada pasien di rumah sakit secara maksimal.

Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting. Dalam relasi antara stereotipe gender dan kepuasan, mahasiswa yang lebih peka terhadap stereotipe gender dalam profesi keperawatan cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebih rendah terhadap bimbingan akademik. Ini disebabkan persepsi mereka tentang ekspektasi yang lebih rendah terhadap kemampuan dalam profesi ini.

Sedangkan dalam pengaruh spiritualitas memiliki pengaruh signifikan kepuasan mahasiswa. Mahasiswa dengan tingkat spiritualitas yang lebih tinggi cenderung merasa lebih puas dengan bimbingan akademik. Hal ini terjadi karena tingkat spiritualitas yang lebih tinggi dapat membantu mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik secara positif dan adaptif.

Dalam persepsi patriarki, tim menemukan sejumlah mahasiswa yang menganggap lingkungan akademik cenderung patriarkal memiliki tingkat kepuasan yang lebih rendah terhadap bimbingan akademik. Hal ini menunjukkan perlunya langkah-langkah untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif. Mahasiswa merasa didukung dan dihargai tanpa memandang gender.

Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa dalam konteks bimbingan akademik. Menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti stereotipe gender, spiritualitas dan persepsi patriarki dapat memiliki dampak yang signifikan.

 

 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah