KEDIRI, JP Radar Kediri - Universitas Brawijaya (UB) melalui program Doktor Mengabdi (DM) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertemakan "Food Safety berbasis Zero Waste" di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Tim Doktor Mengabdi yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Pudji Purwanti, MP (FPIK) selaku ketua, serta beberapa dosen lain yang terlibat. Mereka adalah Drs. Sunaryo, SE, M.Si., Ph.D., CMA (FEB), Ahmad Khoirul Umam, S.Pt., M.Pt., M.Sc. (FAPET), Asyifa Anandya, S.Pi., M.Sc. (FPIK), dan Dwi Sofiati, S.Pi., M.Si. (FPIK) menyelenggarakan kegiatan ini dengan tujuan penguatan aspek Good Manufacturing Practices (GMP) pada produk olahan ikan lele dan pemanfaatan limbah olahan ikan lele dalam upaya mewujudkan zero waste.
Selain itu, melalui kegiatan ini juga diharapkan mampu berkontribusi secara nyata dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Prof. Dr. Ir. Pudji Purwatni, MP menjelaskan, Poklahsar Bankid Sejahtera di Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri dipilih sebagai mitra pelaksanaan kegiatan DM ini karena melakukan diversifikasi olahan daging ikan lele berupa abon ikan, sehingga berpotensi menghasilkan limbah berupa tulang ikan lele yang belum termanfaatkan.
Kegiatan DM ini digelar pada Juni-Agustus 2023 dalam berbagai bentuk dan tahapan. Antara lain sosialisasi Good Manufacturing Practices (GMP), teknologi tepat guna dalam pemanfaatan limbah ikan, pendampingan pembuatan produk olahan ikan lele, serta pendampingan digital marketing.
“Kami berupaya untuk meminimalisir limbah tulang ikan lele yang dihasilkan dari produksi abon ikan lele dengan mengubah tulang ikan menjadi tepung yang kemudian dapat ditambahkan ke dalam bahan pembuatan bakso, nugget, ataupun kerupuk ikan. Sehingga produk yang dihasilkan lebih variatif tanpa mengesampingkan aspek keamanan pangan,” ujar Prof. Dr. Ir. Pudji Purwanti, MP.
Dalam rangkaian kegiatan ini, tim DM juga memberikan beberapa alat kepada mitra seperti mesin pengaduk adonan, oven, mesin giling tepung, dan autoclave guna memudahkan dalam proses pengolahan daging dan ikan lele.
Anggota tim lainnya, Ahmad Khoirul Umam, S.Pt., M.Pt., M.Sc., menambahkan, pengolahan ikan yang baik adalah pengolahan yang telah menerapkan prinsip-prinsip Good Manufacturing Practices (GMP) pada setiap tahapan pengolahan. Sehingga dapat menghasilkan produk perikanan yang sesuai dengan standar mutu dan memberikan jaminan keamanan pangan.
Slamet Sugianto, selaku Ketua Poklahsar Bankid Sejahtera, sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Tim DM UB, karena melalui kegiatan ini, kami tidak hanya terbantu dalam penambahan modal fisik berupa mesin saja, tapi kami juga diberikan wawasan terkait cara mengolah ikan yang baik dan juga dikenalkan dengan pemasaran digital seperti Tiktok,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri Bambang Kautaman.
Bambang mengungkapkan, pembinaan dan bantuan alat penunjang pada Poklahsar Bankid Sejahtera dalam kegiatan DM ini diharapkan mampu menambahkan semangat anggota kelompok dalam mengembangkan dan memajukan poklahsar.
Tim DM UB sangat mengapresiasi Poklahsar Bankid Sejahtera sebagai mitra yang berperan aktif selama tahapan kegiatan pengabdian. Keberhasilan kegiatan DM ini tidak lepas dari peran DKPP Kota Kediri yang ikut mendukung dan mendampingi sehingga dapat tercipta sinergitas antara perguruan tinggi dengan masyarakat sebagai mitra.
Editor : Anwar Bahar Basalamah