Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hati-Hati Konsumsi Jajanan dengan Nitrogen Cair

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 8 Februari 2023 | 17:31 WIB
(Foto: Habibah A, Muktiara)
(Foto: Habibah A, Muktiara)
Beberapa waktu lalu snack ngebul menjadi viral. Bukan karena rasa atau keunikan makanannya. Namun kabar jajanan itu tersebar karena ada anak yang sakit usai mengonsumsi dan harus dirawat di rumah sakit.

“Jadi ciki ngebul (kudapan dengan nitrogen) ini viral. Ciki ngebul dipakai istilah jajanan yang mengeluarkan asap,” terang Dokter Spesialis Anak RSUD Gambiran Renyta Ika Damayanti.

Dia menjelaskan, asap yang ditambahkan adalah nitrogen. Dalam udara yang dihirup sehari-hari,78 persen nitrogen dan 21 persennya oksigen. Hanya Di udara, nitrogen ini dalam bentuk gas. Sifatnya tidak berwarna, berbau dan tidak ada rasa khususnya.

“Makanya nitrogen ini dimanfaatkan oleh industri makanan untuk membuat makanan lebih awet dan untuk mendinginkan. Salah satunya adalah ice cream,” imbuhnya. Hal yang menjadi masalah adalah ketika dalam bentuk cair. Karena nitrogen cair itu punya sifat tidak berasa, berbau, dan berwarna akhirnya ditambah pada makanan tidak akan mengubah rasa.

Makanan yang mengeluarkan asap ini membuat anak kecil tertarik mencicipi. Namun ternyata nitrogen itu suhu titik didihnya sangat rendah dan sangat dingin. Sehingga saat dimakan anak-anak akan timbul beberapa efek pada kesehatan. Misalnya, jika terlalu dingin, akan membuat frostbite atau serangan dingin. Sedangkan jika dimakan atau diminum, perut akan terasa begah, kembung, diare hingga melukai saluran pencernaan. “Seperti kerongkongan, lambung ini luka karena kontak dengan nitrogen cair,” kata Reynta.

Akibat kejadian tersebut, saat ini makanan yang menggunakan nitrogen cair ini dilarang. Namun sebenarnya nitrogen cair ini bisa diberikan pada sebagai pengawet makan, salah satunya adalah es krim agar lembut. Boleh mengonsumsi makanan diawetkan dengan nitrogen, namun usahakan uapnya sudah hilang. Dengan kondisi tersebut baru aman dikonsumsi.

Photo
Photo
(Ilustrasi: Afrizal)

Meski sudah ada dari dulu, namun kasus ciki ngebul baru ada belakangan ini. Menurut Reynta, hal tersebut karena saat dulu belum ada keluhan kesehatan tertentu. “Dan keluhan tersebut baru dikeluhkan baru-baru ini,” ujarnya.

Diduga karena banyaknya cairan nitrogen, atau menguap belum sempurna kemudian ada keluhan kesehatan yang terlaporkan. Sehingga dihentikan peredarannya.

“Mungkin dulu sudah ada, namun orang-orang masih kurang paham,” terang perempuan berkerudung ini. Selain itu, faktor lain diduga waktu dulu ciki ngebul ini tidak sebanyak sekarang. Setelah banyak makanan tersebut, dan semakin banyak juga keluhan yang  terlaporkan. Kemudian dilakukan penyelidikan.

Sebagai orang tua, perlu mengetahui tanda-tanda yang terjadi saat keracunan ciki ngebul. Yang terlihat langsung adalah perubahan pada bibir anak, dimana bibir bengkak dan warnanya menjadi kemerahan atau kebiruan. Sedangkan yang kedua ini adalah mual, muntah, diare, atau nyeri perut seperti terbakar itu harus diwaspadai.

Jika menghirup asap nitrogen cair berlebih ini dapat menyebabkan sesak  nafas. Saat orang tua mengetahui gejala-gejala tersebut muncul, diharapkan segera dibawa ke rumah sakit. Untuk mendapatkan penanganan pengobatan.

Sebenarnya bahaya makanan chiki ngebul juga pada orang dewasa. Hanya saja alasan kenapa anak kecil lebih rentan, hal tersebut dikarenakan anatomi dan struktur pencernaan yang rentan menyebabkan gejala lebih berat.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita kediri terbaru #berita kediri terkini #berita kediri hari ini