Upacara yang dipimpin Rektor Wahidul Anam tersebut merupakan rangkaian peringatan HAB ke-77 Kemenag. Digelar di depan gedung sport center, upacara diikuti jajaran senat, para dosen, karyawan hingga mahasiswa.
Dalam upacara tersebut, Pak WA-sapaan akrab rektor-juga menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba.
Lomba-lomba itu telah digelar sebelumnya. Antara lain pemenang lomba peringatan Hari Ibu, fashion show, karaoke grup, tenis meja, bola voli, bulutangkis, hingga lomba antarfakultas dan unit. Kemudian, juga digelar jalan sehat berhadiah. Acara pamungkasnya adalah upacara dan tasyakuran HAB. “Sesuai arahan dan instruksi dari Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas seluruh jajarannya termasuk civitas akademika untuk menjaga kondusivitas. Karena situasi politik tahun ini berpotensi memanas,” ingatnya.
Mengutip sambutan Gus Men-panggilan akrab Menteri Agama-Wahidul Anam mengatakan bahwa agama seringkali dijadikan instrument dalam kontestasi politik. “Kami mengajak seluruh civitas akademika untuk bijak dalam bermedia sosial. Jangan sampai ada ujaran kebencian baik di dunia maya maupun dunia nyata. Hal ini penting untuk menghindari tindakan provokasi jelang tahun politik,” ingat Pak WA.
Apalagi, pada 2024 ada rangkaian pemilu. Mulai pilpres, pilleg, dan pilkada. Keberadaan satu-satunya perguruan tinggi negeri di Kediri ini hadir menjadi penengah. Dan terlibat aktif memberikan narasi-narasi positif. Guna mencegah konflik atas nama agama di tengah masyarakat. Ia menekankan jajarannya, agar tahun ini harus bersikap netral. Serta menanggapi tahun politik dengan bijak. Editor : Anwar Bahar Basalamah