“Secara rutin saya pakai JKN, dan ini sangat memudahkan saya untuk berobat. Alhamdulillah selama ini semuanya lancar, terlayani dengan baik dan menyenangkan. Pakai JKN sangat terbantu, namun kita tetap berusaha untuk hidup sehat, makan sesuai kebutuhan, olahraga, tidur teratur, gerak teratur, serta aktivitas rohani dan fisik bisa diselaraskan,” ucapnya.
Sebagai pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), Dwi tidak malu menggunakan JKN. Menurutnya, JKN adalah fasilitas yang disediakan pemerintah untuk masyarakat. Ditambah lagi, program JKN itu sangat luar biasa karena prinsip gotong royong, kebersamaan dan toleransinya.
“Kita ikuti prosedur yang ada, pelayanannya sudah luar biasa baik. Insyaallah tidak rugi jadi peserta. Kita kan saling membutuhkan, manakala yang lain membutuhkan, kita bisa memberi, alhamdulillah. Kita prinsipkan untuk kebersamaan, toleransi dan gotong royong. Keikhlasan itu juga menjadi modal kita untuk tetap hidup sehat,” ujarnya.
Dwi menceritakan, pada tahun 2020, pernah menjalani operasi pengambilan cairan di bawah mata. Dengan menggunakan JKN, biaya operasinya dijamin penuh. Bersyukur pelayanannya baik.
“Saat itu ada cairan di bawah mata yang harus diambil, dan diambilnya dari hidung. Tanpa biaya sama sekali. Kalau tidak pakai JKN, luar biasa biayanya. Itu kan termasuk operasi yang lumayan besar ya, yang pasti jutaan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Dwi mengimbau kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN agar segera mendaftar. Ada misi kemanusiaan dalam program pemerintah ini yang akan memudahkan ketika sakit, sehingga masyarakat harus segera daftar jadi peserta JKN.
“Kepada teman, saudara, keluarga, masyarakat yang saat ini belum daftar JKN, segeralah daftar, karena ada prinsip gotong royong, ada toleransi, ada kegiatan sosial, sangat memudahkan kita nantinya. Ini misi kemanusiaan yang luar biasa untuk kita di lingkungan keluarga, dunia dan akhirat. Jadi segeralah daftar JKN,” tegas Dwi. Editor : Anwar Bahar Basalamah