KEDIRI - Nakula Agi Sada, 33, adalah contoh peserta yang telah merasakan manfaat Program JKN-KIS. Pada tahun 2020 lalu, ibu mertuanya dua kali dirawat akibat Penyakit Jantung Koroner (PJK). Dikisahkan oleh Nakula, suatu siang Sukartinah, ibu mertua Nakula, merasakan sesak napas dan nyeri di dada. Melihat kondisi tersebut, keluarga langsung membawa Sukartinah ke Rumah Sakit Baptis Kediri.
“Kami diterima di IGD dan perut ibu langsung disuntik obat pengencer darah. Setahu saya obat itu cukup mahal, tapi saya tidak khawatir karena sebelumnya pihak rumah sakit telah menanyakan kepesertaan BPJS ibu,” kata Nakula.
Agar lebih leluasa dalam mendampingi, keluarga memutuskan untuk menaikkan kelas ruang perawatan Sukartinah. Setelah dirawat di ruang kelas satu selama satu minggu, Sukartinah pun dapat kembali pulang. Di luar dugaan, biaya naik kelas yang harus dibayar oleh keluarga dinilai cukup murah dibandingkan manfaat yang telah diterima.
“Biaya naik kelas waktu itu hanya 1,4 juta rupiah, padahal lebih dari satu minggu. Nilainya di luar dugaan karena bayangan kami lebih dari itu,” tambah Nakula.
Pengalaman keluarga Nakula dalam memanfaatkan Program JKN-KIS pun berlanjut. Gejala serangan jantung yang telah dialami Sukartinah kembali terjadi tak lama setelah ia dipulangkan. Saat sedang membereskan barang-barang yang ada di gudang, Sukartinah lagi-lagi mengalami keluhan yang sama.
“Kami mengantarkan ibu ke Rumah Sakit Baptis kembali dan ibu kembali dirawat. Untuk yang kali kedua kemarin, ibu tidak berkenan naik kelas karena ruang kelas dua dirasa cukup nyaman. Untuk itu kami tidak dibebani biaya sama sekali,” ujar Nakula.
Mengingat mertuanya menderita penyakit jantung kronis, keluarga harus memastikan Sukartinah kontrol rutin setiap bulan. Selain dilakukan di poliklinik jantung, Sukartinah juga kontrol di poliklinik syaraf dan dibiayai oleh JKN-KIS. Atas diterimanya layanan kesehatan yang dijamin oleh Pemerintah, Nakula merasakan manfaat nyata Program JKN-KIS.
“Saya sudah merasakan manfaat adanya Program JKN-KIS ini. Semoga program ini dapat terus memberikan jaminan kesehatan bagi penduduk Indonesia,” pungkas Nakula. (*)
Editor : adi nugroho